Driver Pelabuhan dan Ojol Sepakat Tahan Diri, Tunggu Keputusan Pusat Soal Regulasi Angkut Penumpang di Pelabuhan Kendari

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 18:54 136 radarkendari.id

Kendari – Polemik kerja sama di kawasan Pelabuhan Kendari terus bergulir. Ketua Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari, Sahidin, menegaskan pentingnya respons resmi dari pihak pengelola terkait surat permohonan kerja sama yang hingga kini belum mendapat balasan secara kelembagaan.

Proses pengusulan kerjasama Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari dengan Pelindo Kendari.

Menurut Sahidin, pihaknya telah mengajukan permohonan secara resmi, sehingga sudah seharusnya pula dijawab melalui mekanisme yang sama, bukan sekadar melalui pernyataan di media.

“Kami ini menyurat secara kelembagaan, jadi harapan kami dibalas juga secara kelembagaan. Mau diterima atau ditolak, itu hak mereka, tapi harus dijawab resmi agar menjadi dasar hukum kami menyampaikan ke publik,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).

Ia menekankan bahwa langkah yang diambil asosiasi bukanlah bentuk konflik, melainkan upaya menjalankan amanah sesuai aturan yang berlaku.

Sahidin juga menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi yang sehat dengan pengelola pelabuhan.

“Ini bukan soal pertikaian. Kami hanya menjalankan aturan dan prosedur. Kami berharap ada itikad baik dari pihak terkait untuk membalas surat kami secara resmi,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dinamika di lapangan antara driver pelabuhan dan driver online, Sahidin mengungkapkan bahwa telah dilakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai pihak, termasuk komunitas driver online, otoritas pelabuhan, serta pengelola, yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Nusantara.

“Hasilnya, kami sepakat untuk sama-sama menahan diri. Teman-teman driver online juga bersedia membatasi aktivitas sementara waktu, sambil menunggu hasil konsultasi dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi ke kantor pusat masing-masing aplikator di Jakarta,” jelasnya.

Kesepakatan ini diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus memberi ruang bagi proses koordinasi di tingkat pusat, khususnya terkait pengaturan tarif dan mekanisme operasional di wilayah pelabuhan.

Sahidin pun mengimbau seluruh pihak untuk saling menghargai demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

“Untuk sementara waktu, mari kita saling menghargai demi keamanan dan kedamaian di wilayah pelabuhan,” tutupnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA