Pencarian Pria Lansia yang Hilang di Hutan Kampus USN Mawasangka Memasuki Hari Ke-4

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Agu 2026 09:35 76 redaksi

RADAR KENDARI – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian hari ke-4 terhadap seorang lansia bernama La Mai (62) yang dilaporkan hilang di area hutan dekat kampus Universitas Sebelas November (USN), Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.

Operasi SAR yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini melibatkan pembagian tiga tim guna mengoptimalkan penyisiran di wilayah yang menjadi titik terakhir keberadaan korban.

Plh. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa strategi pencarian difokuskan pada perluasan area penyisiran darat dan jalur perkebunan warga.

“Tim 1 dan Tim 2 menyisir masing-masing sisi kanan dan kiri area pencarian seluas 500 x 1.600 meter menggunakan metode Explore Search and Rescue (ESSAR) serta menyusuri jalan setapak. Sementara Tim 3 bergerak mengitari lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) hingga radius 2,5 kilometer menggunakan motor trail di sepanjang jalan perkebunan masyarakat,” ujar Iwan Gunawan dalam keterangan resminya, Minggu (30/8/2026).

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin bertiup dari arah timur ke tenggara antara 2 hingga 12 km/jam.

Korban yang merupakan warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, diketahui keluar dari rumahnya sejak Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut keterangan pihak keluarga, La Mai pergi meninggalkan rumah untuk mencari istrinya yang tengah menghadiri acara tradisi pingitan.

Korban terakhir kali terlihat oleh warga di sekitar wilayah Padabalano, kawasan hutan yang berdekatan dengan area kampus USN. Keluarga juga mengonfirmasi bahwa korban mengidap pikun.

Sebelum mengontak Basarnas, pihak keluarga bersama Babinsa, aparat desa, dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian mandiri, namun hingga informasi dilaporkan ke KPP Kendari, keberadaan korban belum ditemukan.

Dalam operasi hari ke-4 ini, unsur yang terlibat meliputi SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Mawasangka, Babinsa, Aparat Desa Wasilomata, serta warga dan keluarga korban.

Peralatan pendukung yang dikerahkan mencakup rescue car, motor trail, peralatan SAR medis, evakuasi, komunikasi, dan peralatan keselamatan lainnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA