Pendiri Partai, Jurni Siapkan Rp1 Miliar jika NasDem Sultra Dapat 4 Kursi di Pemilu 2029

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Okt 2026 19:52 220 redaksi

RADAR KENDARI — Polemik pergantian antarwaktu (PAW) kader Partai NasDem di Sulawesi Tenggara (Sultra) berbuntut panjang dan memicu kritik pedas dari internal partai sendiri.

Pendiri Partai NasDem Sultra, Jurni, menilai kebijakan pencopotan La Ode Tariala dari posisi legislatif dilakukan tanpa alasan yang jelas dan berpotensi menghancurkan masa depan partai.

Bahkan, sebagai bentuk keyakinannya bahwa kepemimpinan NasDem Sultra saat ini tengah merusak kepercayaan publik, Jurni melontarkan tantangan terbuka berani bertaruh senilai Rp1 miliar jika partai tersebut mampu mendulang 4 kursi DPRD Provinsi Sultra pada Pemilu 2029 mendatang.

“Dan saya mau judi, ya. Kalau NasDem bisa dapat 4 kursi DPR provinsi, saya mau bayar Rp 1 miliar saya bayar, ya, kalau cara NasDem dipimpin seperti ini,” tegas Jurni kepada media, dikutip Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, langkah memecat atau mengganti wakil rakyat tanpa dasar pelanggaran yang kuat merupakan tindakan yang keliru secara hukum maupun etika politik.

Kebijakan ini dinilai sama saja dengan mengkhianati suara dan kepercayaan konstituen di Dapil 1 yang telah memilih yang bersangkutan.

“Mengganti orang tanpa ada persoalan hukum, tanpa ada persoalan yang sangat berdampak, saya pikir ini juga tidak benar. Dan ini saya pikir Nasdem sangat rugi, dan ini adalah saya anggap bahwa NasDem itu telah menggali kuburnya sendiri,” ujar Jurni.

Selain menyoroti polemik PAW yang dinilai sebagai kesalahan fatal, Jurni juga mengungkap sejumlah persoalan lain di internal partai, termasuk dinamika kontribusi kader dalam pembangunan kantor partai di Sultra yang tidak berjalan mulus akibat tata kelola yang keliru.

Ia mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem untuk tidak serta-merta menerima laporan atau informasi yang salah dari struktur di daerah.

Menurutnya, banyak kader di akar rumput yang merasa kecewa namun memilih bungkam karena status mereka sebagai anggota legislatif aktif.

“Saya minta kepada DPP, saya kira ini sudah mendapatkan informasi yang salah. Banyak kader NasDem di Sulawesi Tenggara sini sudah berkontribusi, tapi tidak ada yang berani berkomentar karena mereka anggota partai yang hari ini menjadi anggota DPRD,” ungkapnya.

Jurni menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemecatan Tarianlah tanpa penjelasan yang transparan kepada publik merupakan sebuah kesalahan besar yang akan membuat kepercayaan masyarakat Sultra terhadap Partai NasDem merosot tajam.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA