Penulis Internasional Teguh Santosa Bagikan Kisah Jurnalisme Global dan Tips Kerja Tim Berkualitas di Medan

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Okt 2025 13:54 156 radarkendari.id

MEDAN – Komunitas Titik Kumpul Literasi sukses menggelar acara Meet and Greet spesial bersama penulis sekaligus jurnalis kawakan, Dr. Teguh Santosa, pada Kamis malam (2/10) di kawasan Pos Bloc, Kota Medan.

Acara ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa dan pegiat literasi untuk menyelami pengalaman dan wawasan mendalam dari sosok yang telah melanglang buana di dunia jurnalisme dan kepenulisan.

Kisah di Balik Karya Monumental

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Teguh Santosa, yang juga dikenal sebagai jurnalis internasional, berbagi kisah perjalanannya meliput berbagai isu global dari berbagai belahan dunia.

Ia juga menceritakan proses kreatif di balik penerbitan dua karya monumentalnya, “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina”.

Kedua buku tersebut merupakan hasil pengamatan mendalamnya terhadap dinamika konflik dan perdamaian internasional, disampaikan dengan narasi yang kritis dan mendalam.

Pentingnya Kualitas Kerja Sama Tim

Selain berbagi pengalaman, Teguh Santosa, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum JMSI dan dosen Hubungan Internasional UIN Ciputat, memberikan respons antusias terhadap visi, misi, dan program Komunitas Titik Kumpul Literasi.

Ia menekankan betapa pentingnya kualitas kerja sama dalam sebuah tim untuk mewujudkan cita-cita bersama.

“Dalam mencapai tujuan untuk menjadikan daya baca sebagai gaya hidup mahasiswa, teman-teman mesti bekerja sama dalam membentuk tim dengan pola kerja yang berkualitas tanpa harus memikirkan kuantitas dari sebuah tim, kesadaran adalah kunci utama,” ujar Teguh Santosa di sela-sela diskusi.

Membaca Sebagai Gaya Hidup

Semangat ini disambut baik oleh para penggiat komunitas. Higayon Sinaga, salah seorang pegiat yang juga mahasiswa Ilmu Politik FISIP USU, menyampaikan bahwa membaca bukanlah sekadar kewajiban akademik, melainkan harus menjadi bagian dari life style mahasiswa.

“Kami ingin menjadikan membaca sebagai gaya hidup mahasiswa, bukan sekadar kewajiban akademik. Melalui kegiatan semacam ini, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai literasi,” kata Higayon.

Menurut pengelola kegiatan Titik Kumpul Literasi, Joy Harefa, yang bertindak sebagai moderator, acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat komitmen komunitas untuk menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan wawasan dan semangat literasi.

“Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk lebih banyak kolaborasi inspiratif di masa mendatang,” tutup Joy.

Acara ditutup dengan momen spesial berupa penyerahan buku-buku karya Teguh Santosa yang telah ditandatangani langsung kepada para penggiat komunitas.

Turut hadir dalam kegiatan ini akademisi FISIP USU Dr. Faisal Mahrawa, Ketua Pengcab JMSI Erie Prasetyo, Co-founder Titik Kumpul Literasi Rahman Walid, dan sejumlah mahasiswa penggiat literasi lainnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA