Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting mengecek bahan makanan yang ada di Pondok Pesantren Al-Mannan di Kota Kendari RADARKENDARI.ID – Puluhan santri Pondok Pesantren Al-Mannan di Kota Kendari dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau melalui Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan hingga saat ini ada sekitar 73 orang menjadi korban keracunan.
“Hingga saat ini korban bertambah terus, sekarang sudah ada 60 orang lebih yang keracunan,” ucap Ipda Ariel saat di hubungi IDNkendari.com, Minggu (11/01/2025).
Ia menjelaskan, keluhan yang dialami para korban umumnya berupa demam, mual, muntah, pusing, serta lemas.
Sementara itu, hingga saat ini dirinya belum mengetahui pasti perkembangan berapa jumlah pasien di tiap rumah sakit, namun diketahui tiga fasilitas kesehatan tempat rujukan para pasien yakni Puskesmas Puwatu, RS Antero Hamra, dan RS Bhayangkara Kendari.
“Untuk perkembangan terbaru saya belum monitor berapa jumlah pasien di tiap tempat fasilitas kesehatan, karena korbannya bertambah terus,” ucapnya.
Ipda Ariel menjelaskan, keluhan yang dialami para korban umumnya berupa demam, mual, muntah, pusing, serta lemas.
Berdasarkan keterangan petugas medis, para korban sebagian santri mulai merasakan gejala sejak waktu subuh, kemudian muncul kembali secara hampir bersamaan pada pagi hingga sore hari.
Dari hasil pendalaman sementara, beberapa korban mengaku tidak mengonsumsi makanan pada pagi atau siang hari.
Namun demikian, mereka tetap mengalami gejala serupa. Para korban menyampaikan bahwa makanan terakhir yang dikonsumsi berasal dari dapur pesantren pada malam hari sebelumnya, dengan menu ayam, mie, dan nasi.
“Berdasarkan pola waktu munculnya gejala dan kesamaan jenis makanan yang dikonsumsi, sementara ini diduga gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi bersama pada malam hari sebelumnya, dengan masa inkubasi tertentu,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan oenyelidikan mendalam terkait kejadian ini.
Penulis : Muhammad Ilham
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar