Presiden Tetapkan Kepemimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026–2031, Fokus Perluasan Perlindungan Pekerja

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Feb 2026 15:45 190 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menetapkan kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan untuk periode 2026–2031.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 18/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas dan Direksi, yang berlaku efektif sejak 19 Februari 2026.

Pelantikan jajaran Dewan Pengawas dan Direksi dilakukan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mewakili Presiden.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan instrumen strategis negara dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Negara harus memampukan rakyat agar bisa hidup produktif dan bermartabat. Produktif artinya mampu terlepas dari bantuan sosial menuju kemandirian berkelanjutan, dan inilah esensi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan, tetapi juga penguatan daya tahan sosial, daya saing ekonomi, serta perlindungan dari berbagai risiko yang berpotensi menurunkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam keputusan tersebut, Dedi Hardianto dari unsur pekerja ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas menggantikan Muhammad Zuhri yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Presiden juga menetapkan Swartoko dan Sudarso (unsur pemerintah), Ujang Romli (unsur pekerja), Abdurrakhman Lahabato dan Sumarjono Saragih (unsur pemberi kerja), serta Alif Noeriyanto Rahman (unsur tokoh masyarakat) sebagai Anggota Dewan Pengawas masa jabatan 2026–2031.

Sementara pada jajaran Direksi, Presiden menunjuk Saiful Hidayat sebagai Direktur Utama menggantikan Pramudya Iriawan Buntoro.

Ia akan didampingi Ihsanudin (Direktur Perencanaan Strategis dan TI), Harjono Siswanto (Direktur Human Capital dan Umum), Agung Nugroho (Direktur Kepesertaan), Trisna Sonjaya (Direktur Pelayanan), Eko Purnomo (Direktur Pengembangan Investasi), dan Bambang Joko Sutarto (Direktur Keuangan).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan Presiden. Ia menegaskan arah strategis lima tahun ke depan melalui pendekatan 3C: Coverage, Care, dan Credibility.

Prioritas pertama, Coverage, difokuskan pada perluasan kepesertaan secara terstruktur dan terukur.

Menurutnya, masih terdapat jutaan pekerja yang belum terlindungi, terutama pekerja informal, bukan penerima upah, serta pekerja migran.

“Kami ingin memastikan pekerja informal dan pekerja migran dapat tercakup. Masih banyak ruang yang bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Langkah tersebut akan dilakukan melalui akselerasi akuisisi peserta baru, optimalisasi kanal distribusi, kolaborasi ekosistem, serta penguatan retensi dan kepatuhan iuran peserta aktif.

Prioritas kedua, Care, diwujudkan melalui penguatan kualitas layanan berbasis inovasi dan transformasi digital.

BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen menghadirkan layanan klaim yang lebih cepat, mudah, dan transparan, termasuk pengembangan manfaat tambahan seperti program perumahan melalui skema Manfaat Layanan Tambahan (MLT).

“Kami ingin pelayanan benar-benar terasa sebagai wujud kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya,” tegas Saiful.

Sementara itu, Credibility menjadi fondasi keberlanjutan institusi. Penguatan tata kelola, integrasi data, kinerja investasi yang sehat, serta pengelolaan dana secara prudent dan profesional menjadi fokus utama untuk meningkatkan kepercayaan publik.

“Kami akan meningkatkan kredibilitas atas data, proses, compliance, dan kolaborasi strategis dengan para stakeholder agar trust dari pemerintah, pemberi kerja, dan masyarakat semakin kuat,” imbuhnya.

Di daerah, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara, Luky Julianto, turut menyambut baik penetapan pimpinan baru.

Ia menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengimplementasikan kebijakan strategis secara profesional dengan prinsip tata kelola yang baik.

“Kami berkomitmen menjaga kredibilitas melalui pelayanan yang prima dan akuntabel, serta memastikan perlindungan pekerja di Sulawesi Tenggara semakin optimal,” ujarnya.

Dengan kepemimpinan baru dan strategi yang terarah, BPJS Ketenagakerjaan diharapkan semakin profesional dan terpercaya dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA