RS Bahteramas Kendari. Foto : Agus Setiawan RADARKENDARI.ID – Rumah Sakit (RS) Bahteramas memastikan seluruh proses pengadaan jasa kebersihan (cleaning service) dan keamanan (security) tahun 2026 dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
Berbeda dengan sistem lelang konvensional, proses seleksi kini sepenuhnya mengacu pada prosedur E-Purchasing melalui Katalog Elektronik demi efisiensi waktu dan transparansi anggaran.
Dedy Harpianto, perwakilan Panitia Seleksi E-Katalog RS Bahteramas, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjamin objektivitas serta memastikan layanan penunjang rumah sakit berjalan tanpa hambatan.
Dalam proses seleksi ini, panitia memaparkan rincian kebutuhan dan nilai kontrak yang sangat spesifik untuk memastikan publik mengetahui alokasi anggaran secara transparan:
* Jasa Kebersihan (Cleaning Service): Nilai belanja mencapai Rp4.412.400.000 untuk memenuhi kebutuhan 93 personel, yang terdiri dari 90 tenaga kebersihan, 1 Quality Control, dan 2 pengawas.
* Jasa Keamanan (Security): Nilai kontrak dialokasikan sebesar Rp1.900.000.000.
* Standar Upah: Penentuan harga didasarkan pada UMR (Upah Minimum Regional) sebesar Rp3,3 juta ditambah komponen bahan habis pakai, peralatan, serta keuntungan perusahaan sebesar 8%.
Dedy menjelaskan bahwa melalui sistem E-Katalog, panitia dapat melakukan efisiensi anggaran melalui proses negosiasi yang transparan.
Sebagai contoh, pada jasa kebersihan, terdapat penawaran terendah di katalog sebesar Rp5 juta-an per orang, namun melalui negosiasi, panitia berhasil menyepakati harga final di angka Rp3,8 juta per orang.
“Kami mengevaluasi perusahaan dengan standar ketat. Salah satu poin utamanya adalah kelengkapan etalase digital mereka, seperti adanya unit Quality Control dan pengawas yang jelas,” ujar Dedy.
Sistem katalog juga secara otomatis akan menolak pesanan jika jumlah personel yang dimiliki penyedia tidak mencukupi standar minimal.
Terkait isu yang beredar mengenai adanya kehadiran ajudan pejabat saat proses verifikasi, Dedy menegaskan bahwa panitia bekerja secara profesional tanpa melihat latar belakang pihak yang datang.
“Kami tidak melihat siapa yang datang. Mau berbaju dinas atau baju loreng, selama mereka ingin maju (menjadi penyedia), syarat utamanya adalah harus memenuhi kualifikasi teknis dan administratif yang ditetapkan dalam sistem,” tegasnya.
Pemilihan metode E-Katalog dibandingkan lelang umum didasarkan pada aspek kecepatan pelayanan.
Jika menggunakan sistem lelang, prosesnya membutuhkan waktu minimal 14 hari, sementara kebutuhan operasional rumah sakit—seperti penyediaan makanan pasien dan kebersihan—tidak boleh tertunda sehari pun.
Dengan transformasi digital ini, RS Bahteramas berkomitmen untuk menutup celah praktik curang dan memastikan mitra yang terpilih adalah perusahaan kredibel yang mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar