Semarak HUT ke-81 RI, Karang Taruna Anduonohu Gelar Kejuaraan Sepak Bola Antar-RW

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 13:02 47 redaksi

RADAR KENDARI – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial.

Di Kelurahan Anduonohu, semarak kemerdekaan menjadi momentum bagi Karang Taruna Pemuda Merah Putih untuk mendorong lahirnya atlet-atlet muda melalui kejuaraan sepak bola antar-RW.

Pertandingan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI tersebut mempertemukan tim-tim dari sejumlah RW di Kelurahan Anduonohu.

Kompetisi itu sekaligus menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, serta membangun sportivitas.

Salah satu laga mempertemukan atlet muda Karang Taruna Pemuda Merah Putih Anduonohu dengan tim RW 1 D pada Selasa (18/8/2026). Pertandingan berlangsung kompetitif dengan kedua tim saling berupaya menciptakan peluang sejak awal laga.

Namun, perjuangan tim Karang Taruna Muda Anduonohu belum berbuah kemenangan. Mereka harus mengakui keunggulan RW 1 D setelah pertandingan berakhir dengan skor 3-1.

Meski menelan kekalahan, laga tersebut menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda Karang Taruna.

Pertandingan antar-RW dinilai bukan semata-mata mengejar hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda di tingkat kelurahan.

Ketua Karang Taruna Pemuda Merah Putih Anduonohu, Yusri Eka Saputra mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda agar dapat menyalurkan minat dan bakat mereka melalui olahraga.

“Kompetisi sepak bola antar-RW memiliki nilai lebih karena dapat mempertemukan pemuda dari berbagai lingkungan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat” ungkapnya.

Sementara itu, Coach Karang Taruna Muda Anduonohu, Fendi Taris menilai pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi timnya. Kekalahan dari RW 1 D diharapkan dapat memacu para pemain untuk memperbaiki kemampuan dan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

Ia juga mendorong para pemain muda untuk tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran.

Mental bertanding, disiplin, kerja sama tim, dan kemauan untuk terus berlatih dinilai jauh lebih penting dalam proses pembentukan atlet muda.

Laporan: Ismu
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA