Sihir Tenun Kendari Bikin Ibu-Ibu Jakarta Barat ‘Khilaf’ di Medan

waktu baca 4 menit
Jumat, 3 Jul 2026 12:51 38 redaksi

RADAR KENDARI — Momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII di Kota Medan mendadak berubah menjadi panggung ‘catwalk’ terselubung bagi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kendari.

Bukan sekedar pameran biasa, produk tenun khas Kendari terbukti punya daya magis tingkat tinggi yang sukses membuat para pengunjung terpikat hingga mencatat angka penjualan yang bikin tersenyum lebar.

Suasana stan yang berada di arena Indonesia City Expo langsung heboh saat Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, mendarat langsung untuk memantau situasi pada Rabu (1/7/2026).

Siska menegaskan bahwa kehadiran Kendari di ajang nasional ini bukan cuma buat gaya-gayaan atau sekadar setor muka promosi daerah, melainkan strategi gerilya memperluas pasar UMKM lokal.

“Indonesia City Expo menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkenalkan identitas Kota Kendari melalui produk-produk unggulan daerah. Pemerintah Kota Kendari akan terus mendukung promosi UMKM dan industri kreatif agar mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing, sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Wali Kota Siska dengan optimistis.

Langkah taktis ini diaminkan penuh oleh Ketua Dekranasda Kota Kendari, Shintya Putri Anawula. Menurutnya, pameran berskala nasional seperti ini adalah golden ticket bagi para perajin lokal untuk “unjuk gigi” dan membuktikan bahwa karya tangan dari Kendari siap menginvasi pasar nasional tanpa ragu.

“Kami ingin produk-produk unggulan Kota Kendari semakin dikenal masyarakat Indonesia. Pameran seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan hasil karya para perajin sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai daerah,” cetus Shintya.

Di balik suksesnya pameran ini, ada cerita unik bin nyentrik yang terjadi di lantai pameran pada Kamis (2/7/2026).

Anwar, Pengurus Bidang Promosi dan Pemasaran Dekranasda Kota Kendari, membagikan trik ‘marketing kilat’ yang ia lakukan hingga berhasil membuat rombongan dari Jakarta Barat tak berkutik.

Alih-alih cuma memajang kain di gantungan, Anwar menggunakan dirinya sendiri sebagai manekin hidup. Strategi visual ini ternyata langsung memicu efek FOMO (Fear of Missing Out) bagi pengunjung.

“Alhamdulillah, selama pameran berlangsung respons pengunjung sangat baik. Salah satu produk yang paling diminati adalah kain tenun khas Kota Kendari. Bahkan hari ini dua lembar kain langsung terjual kepada pengunjung dari Dekranasda Jakarta Barat,” ungkap Anwar sembari tersenyum.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari ini membeberkan rahasianya.

Ketertarikan pembeli memuncak justru setelah melihat langsung kualitas kain tenun dalam bentuk busana yang sudah dijahit rapi dan ia kenakan sendiri bersama tim.

“Saya tunjukkan contoh hasil jahitan dari kain tenun yang saya pakai. Setelah melihat model dan kualitasnya, pengunjung semakin yakin dan akhirnya membeli dua lembar kain untuk digunakan oleh dirinya dan suaminya,” tambahnya.

Bagi Anwar, ini adalah bukti sahih bahwa produk Kendari punya taji untuk bersaing ketat dengan daerah manapun di Indonesia.

Ketua Harian Dekranasda Kota Kendari, Farida Agustina, menambahkan bahwa antusiasme gila-gilaan dari pengunjung ini menjadi bukti otentik kalau kualitas kerajinan Kota Kendari sudah satu level dengan daerah-daerah raksasa fesyen lainnya.

“Kami optimistis kerajinan khas Kota Kendari memiliki potensi besar di pasar nasional. Dekranasda akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para perajin agar kualitas produk terus meningkat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Farida yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari tersebut.

Selain kain tenun yang menjadi primadona, stan Dekranasda Kota Kendari juga memamerkan koleksi eksotis lainnya, seperti anyaman rotan nan estetis, kerajinan perak yang berkilau, produk inovatif berbahan nentu, hingga aneka olahan pangan lokal yang memanjakan lidah.

Selain membawa misi jualan, ajang ini sukses membuka keran kerja sama antardaerah dalam pengembangan industri kreatif.

Melalui pameran ini, identitas budaya Kota Kendari tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga membawa pulang dampak ekonomi nyata demi kesejahteraan para pelaku usaha lokal. Kendari sukses mencuri perhatian di tanah Medan!

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA