Toko Roti El Ummu di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terbakar pada bagian dapurnya, Kamis (02/07/2026) pagi. RADAR KENDARI — Sebuah rumah toko (ruko) yang menjadi tempat usaha Toko Roti El Ummu di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terbakar pada bagian dapurnya, Kamis (02/07/2026) pagi.
Insiden kebakaran yang menghanguskan area dapur tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas saat karyawan sedang memasak.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga via sistem kedaruratan.
“Kami menerima laporan dari seorang warga bernama Ibu Yuyun pada pukul 10.09 WITA melalui Aplikasi Kota Kendari Sigap 112 dan kontak Damkar. Tim Damkarmat Kota Kendari segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Tim di Poskotik Boulevard dan Poskotik Poasia untuk mengerahkan armada terdekat ke lokasi,” ujar Martoyo, Kamis.
Berdasarkan data di lapangan, peristiwa bermula ketika para karyawan Toko Roti El Ummu—yang diketahui milik Ine Juli Ike Setiawati—sedang melakukan aktivitas memasak di dapur.
Tiba-tiba, terjadi kebocoran pada tabung gas yang langsung menyambar area di sekitar kompor.
Api dengan cepat membesar dan melahap fasilitas dapur. Situasi sempat tegang dan memicu kepanikan.
Enam karyawan toko roti yang berada di lokasi, yakni Tina, Ayu, Neni, Nisa, Al, dan Sartika, langsung bergegas menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dievakuasi keluar ruko.
Armada pemadam kebakaran menempuh jarak sekitar 11 kilometer dari Markas Komando (Mako) dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.32 WITA.
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mendapati api telah berkobar di area dapur. Guna mengantisipasi amukan si jago merah menjalar ke bangunan ruko lain di sekitarnya, Tim Damkar Poskotik Poasia, Poskotik Boulevard, dan Tim Mako Damkarmat Kota Kendari langsung melakukan lokalisir dan pemadaman secara intensif.
Dalam operasi pemadaman ini, sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, meliputi Unit CSR, Unit 013, dan Unit 014, dengan suplai air tambahan memanfaatkan tandon air tower di sekitar lokasi.
“Api berhasil dipadamkan total pada pukul 10.55 WITA. Setelah api padam, petugas langsung melakukan proses pendinginan serta pengecekan menyeluruh (overhaul) guna memastikan tidak ada titik api sekecil apa pun yang tersisa atau berpotensi menyala kembali,” urai Martoyo.
Seluruh rangkaian pemadaman dinyatakan aman dan terkendali sebelum personel kembali ke Mako pada pukul 11.16 WITA.
Operasi ini dikomandoi oleh Danru Peleton 2 Mako Damkarmat Jufriadin Jafar, Danru Poskotik Boulevard Arrafin, dan Danru Poskotik Poasia Retno Syarief.
Hingga berita ini diturunkan, total kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses penghitungan dan belum dapat dipastikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Menyikapi kejadian ini, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Kendari mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
Pertama, Tingkatkan Kewaspadaan: Masyarakat diminta selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat usaha, terutama saat beraktivitas di dapur.
Kedua, Pengecekan Rutin: Penting bagi warga untuk memeriksa kelaikan instalasi listrik secara berkala serta kondisi regulator dan selang tabung gas demi mencegah kebocoran.
Ketiga, Perkuat Sinergi: Peningkatan koordinasi dan respons cepat antara Damkar Kota Kendari, PLN, kepolisian, serta masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kebakaran sangat krusial agar penanggulangan bisa dilakukan sedini mungkin.
“Kami mengapresiasi respons cepat warga yang memanfaatkan aplikasi Kota Kendari Sigap 112. Penanganan dini seperti inilah yang mencegah api meluas ke bangunan lainnya,” pungkas Martoyo.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar