Sultra Gelar Lokakarya Literasi Digital, Fokus Lahirkan Kreator Konten Berbasis Kearifan Lokal

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Nov 2025 22:54 99 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID, Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memperkuat upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi melalui Lokakarya Literasi Digital tingkat provinsi.

Mengangkat tema “Membangun Konten Digital Berbasis Kearifan Lokal,” kegiatan ini bertujuan melahirkan kreator digital yang mampu mempromosikan nilai-nilai budaya daerah secara bijak dan produktif.

Lokakarya yang digelar di Kota Kendari ini diikuti secara antusias oleh beragam kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar SMA dan SMK, hingga masyarakat umum yang bersemangat untuk meningkatkan keterampilan literasi digital mereka.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra, Hj.Usnia

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara, Usnia, SKM., M.KM, menegaskan bahwa literasi digital jauh melampaui kemampuan teknis belaka.

“Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami bagaimana informasi dikelola, disampaikan, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” ujar Usnia.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang melalui tiga pendekatan utama yang saling melengkapi untuk mencapai hasil yang maksimal:

1. Pemaparan Konseptual: Memahami Landasan Teori

Fase ini berfokus pada pemberian landasan teori dan pemahaman mendalam mengenai literasi digital, termasuk dinamika transformasi informasi di era modern. Peserta diajak untuk memahami peran penting literasi digital sebagai keterampilan untuk menyeleksi, mengolah, dan memproduksi informasi secara kritis.

2. Bimbingan Praktikal: Mengasah Keterampilan Produksi Konten

Ini adalah ruang praktik langsung bagi peserta untuk mempelajari teknik pembuatan konten digital.

Materi yang diberikan meliputi tata cara produksi konten, pengemasan pesan yang menarik, serta penerapan etika bermedia, memastikan peserta mampu menghasilkan karya digital yang berkualitas dan relevan tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal.

3. Kelompok Diskusi Terpimpin: Merancang Strategi Budaya

Sesi ini menjadi sarana kolaborasi di mana peserta merancang strategi dan ide kreatif terkait pengembangan konten digital berbasis kearifan lokal.

Diskusi mencakup potensi kekayaan budaya daerah seperti tradisi, kuliner, seni, dan adat istiadat yang layak diangkat menjadi konten informatif dan edukatif.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra, Hj.Usnia bersama jajaran foto bersama usai lokakarya Literasi digital di Kota Kendari.

Usnia berharap lokakarya ini menjadi ruang kolaborasi produktif bagi masyarakat untuk memperkaya wawasan dan mengasah keterampilan berkreasi di dunia digital.

“Melalui kegiatan literasi ini, kita berharap dapat memberikan pemahaman konseptual dan praktikal tentang literasi digital, sekaligus mendiskusikan strategi penerapannya dalam rangka pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal,” tutupnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Sultra diharapkan semakin mampu melahirkan kreator digital yang tidak hanya inovatif tetapi juga berakar kuat pada identitas dan kekayaan budaya daerah. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA