Diduga Akibat Korsleting Saat Lansir Bensin, Pertamini di Kelurahan Rahandouna Meledak dan Hanguskan Kios

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 11:27 252 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Insiden kebakaran hebat kembali melanda Kota Kendari. Sebanyak tiga unit kios dan satu unit mobil minibus merek Avanza hangus dilahap si jago merah di Jalan P. Antasari, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, pada Jumat sore (23/01/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.25 WITA ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas melansir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dari mobil ke mesin Pertamini.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul dari salah satu kios Pertamini saat proses pemindahan bensin sedang berlangsung.

Karena bangunan kios bersifat semi permanen, api dengan sangat cepat merambat ke bangunan di sebelahnya.

“Kami menerima laporan pada pukul 17.25 WITA dari Bintara Piket, Dahrir S.IP. Unit dari Pos Poasia tiba di lokasi hanya dalam waktu tiga menit untuk melakukan penanganan awal,” ujar Martoyo.

Mengingat kobaran api yang cukup besar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari mengerahkan total 7 unit armada gabungan dari Mako, Pos Boulevard, dan Pos Benu-benua. Proses pemadaman juga dibantu oleh Rantis Karhutla Polda Sultra dan komunitas tandon air (Redkar PDKT).

Kebakaran ini berdampak pada tiga pemilik kios, yakni Ahmad Dalle, Erick, dan Ardi. Selain bangunan yang rata dengan tanah, satu unit mobil Avanza yang digunakan untuk melansir bensin juga ikut hangus terbakar.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, total kerugian material ditaksir mencapai Rp 400 juta. Beruntung, berkat kesigapan petugas, api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 17.59 WITA, mencegah dampak yang lebih luas ke pemukiman warga sekitar.

Pasca kejadian ini, pihak Damkarmat Kota Kendari melalui instruksi Kadis Damkarmat, Drs. Ahriawandy Effendy, mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.

Pertama, Meningkatkan Kewaspadaan: Terutama saat menangani bahan mudah terbakar seperti BBM.

Kedua, Cek Instalasi Listrik: Melakukan pemeriksaan rutin pada kabel dan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.

Ketiga, Sinergi Cepat: Segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan Fire Button atau kontak resmi Damkar agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa prosedur keamanan dalam usaha, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar, sangatlah krusial,” tutup Martoyo.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA