Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Kendari Bidik Pasar Kerja Internasional Lewat Tenaga Kerja Terampil

waktu baca 4 menit
Jumat, 12 Jun 2026 09:12 38 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus membuka peluang baru dalam upaya mengurangi angka pengangguran di wilayahnya.

Tidak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja di dalam daerah, pemerintah kini mulai melirik pasar kerja internasional melalui program penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri yang digagas oleh pemerintah pusat.

Langkah strategis tersebut mengemuka dalam audiensi resmi antara Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, dengan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, di ruang kerja Wakil Wali Kota Kendari, Kamis (11/6/2026).

Pertemuan intensif itu membahas peluang kolaborasi konkret antara Pemerintah Kota Kendari dan BP3MI Sultra dalam mendukung program nasional penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Langkah ini diambil sekaligus demi memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya para lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menilai program tersebut dapat menjadi salah satu solusi krusial untuk menekan angka pengangguran yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Namun menurutnya, paradigma masyarakat terhadap pekerja migran perlu diubah secara mendasar agar tidak lagi identik dengan pekerjaan domestik atau sektor informal semata.

“Ini bagian dari program kerja kita tahun 2026. Yang perlu dibangun sekarang adalah bagaimana masyarakat memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar menjadi pekerja migran seperti stigma yang berkembang selama ini, tetapi menjadi tenaga kerja terampil yang memiliki keahlian dan pengalaman internasional,” ujar Sudirman.

Ia mengatakan, tenaga kerja yang diberangkatkan melalui program resmi negara ini akan memperoleh pelatihan dan peningkatan kompetensi terlebih dahulu.

Dengan demikian, mereka memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi di kancah global. Pengalaman internasional tersebut diharapkan menjadi modal berharga ketika mereka kembali ke Indonesia.

Karena itu, Pemerintah Kota Kendari berencana memperkuat sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.

Edukasi akan digencarkan mulai dari media sosial, kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga penyebaran informasi secara langsung pada kegiatan Car Free Day (CFD).

Menurut Sudirman, pendekatan digital dan konvensional harus berjalan beriringan agar informasi mengenai peluang kerja luar negeri dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian integral dari upaya menyukseskan program SMK Go Global yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah pusat.

Melalui program itu, pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja Indonesia ke luar negeri secara bertahap hingga tahun 2029. Khusus tahun 2026, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu tenaga kerja ditempatkan di berbagai negara tujuan.

Menurut La Ode Askar, program ini tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kompetensi dan kemampuan bahasa asing.

“Selama ini banyak masyarakat berminat bekerja ke luar negeri, tetapi terkendala kompetensi dan biaya pelatihan. Karena itu negara hadir untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja migran agar mereka siap bersaing di pasar kerja global,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini minat masyarakat Sulawesi Tenggara masih relatif rendah. Dari proses pendataan yang dilakukan sejak akhir 2025 hingga Mei 2026, jumlah pendaftar yang menyatakan minat bekerja ke luar negeri baru mencapai 227 orang.

Angka tersebut dinilai masih jauh dari potensi yang dimiliki Sulawesi Tenggara, terutama jika melihat banyaknya lulusan SMA dan SMK yang belum terserap sepenuhnya oleh pasar kerja domestik.

Karena itu, BP3MI meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperluas sosialisasi dan menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat pada pekerjaan di luar negeri.

“Yang kita lakukan sekarang adalah memetakan minat masyarakat terlebih dahulu. Setelah itu baru disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan dan diberikan pelatihan yang sesuai,” katanya.

La Ode Askar menjelaskan bahwa peluang kerja yang tersedia sangat beragam, mulai dari sektor perhotelan, konstruksi, perkebunan, manufaktur, hingga layanan jasa.

Penempatan juga akan disesuaikan dengan kompetensi peserta serta kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Farida Agustina, menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mengubah persepsi psikologis masyarakat yang masih ragu bekerja di luar negeri.

Menurutnya, banyak lulusan SMA dan SMK yang masih khawatir meninggalkan keluarga atau takut menghadapi lingkungan baru di negara lain.

Karena itu, pemerintah akan memperkuat edukasi dengan menampilkan kisah sukses (success stories) pekerja migran yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Selain itu, Pemkot Kendari juga akan melibatkan aparat kecamatan dan kelurahan dalam penyebarluasan informasi agar peluang kerja tersebut dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat akar rumput.

Rencananya, kerja sama antara pemerintah daerah, BP3MI, perusahaan penempatan pekerja migran, dan lembaga pelatihan kerja akan segera ditindaklanjuti melalui pertemuan lanjutan dan penyusunan nota kesepahaman (MoU).

Jika program ini berjalan sesuai rencana, Kendari berpotensi menjadi salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang aktif menyiapkan tenaga kerja terampil untuk pasar global, sekaligus membuka jalan baru dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA