Menanggapi laporan riset dari Yayasan Satya Bumi, PT Vale menyatakan keterbukaan penuh terhadap masukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. RADARKENDARI.ID – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali mempertegas posisinya sebagai pionir pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Menanggapi laporan riset dari Yayasan Satya Bumi, perusahaan menyatakan keterbukaan penuh terhadap masukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Hingga akhir 2025, PT Vale masih berfokus pada tahap konstruksi smelter dan baru akan memulai aktivitas penambangan pada tahun 2026 mendatang.
Dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta (22/1/2026), Direktur PT Vale, Budiawansyah, meluruskan data terkait pembukaan lahan di area izin usaha mereka.
* Klarifikasi Luas Lahan: Total bukaan lahan baru pada periode 2024–2025 tercatat seluas 487,9 Ha, bukan 854,29 Ha seperti yang disampaikan dalam laporan Satya Bumi.
* Persentase IUPK: Hingga saat ini, total area yang dibuka baru mencapai 4,3% (880,3 Ha) dari total luasan izin usaha.
* Hutan Lindung: Area hutan lindung yang dibuka sangat minim, yakni hanya seluas 82,4 Ha atau sekitar 0,4% dari total luasan IPUK.
Menjawab kekhawatiran terkait kualitas air, Budiawansyah menjelaskan bahwa PT Vale telah menyusun kajian hidrologi yang komprehensif.
Sistem ini dirancang untuk memastikan air limpasan tambang memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke badan air.
* Pemantauan Rutin: Dilakukan pengecekan berkala pada parameter kualitas air di titik-titik yang telah ditentukan.
* Desain Fasilitas: Pembangunan drainase dan penangkap sedimen disesuaikan dengan rencana pembukaan lahan dan data intensitas curah hujan.
Mengenai isu kesehatan di Desa Hakatutobu, Budiawansyah menjelaskan bahwa secara geografis, wilayah tersebut berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berbeda dengan keluaran air limpasan tambang PT Vale.
Ia juga menekankan bahwa wilayah tersebut berdekatan dengan beberapa konsesi tambang lain yang sudah beroperasi lebih awal.
PT Vale bertekad mereplikasi kesuksesan pengelolaan lingkungan di Blok Sorowako, yang baru-baru ini menyabet penghargaan PROPER Emas 2024 dari KLHK serta Lestari Awards 2025.
“Kami sangat percaya transparansi adalah cara membangun kegiatan yang lebih baik. Kami terbuka menerima masukan konstruktif dari masyarakat dan LSM,” pungkas Budiawansyah.
EDITOR : Agus Setiawan
Tidak ada komentar