Terinspirasi Kasus Merek Diserobot Orang, Puisi Karya Nur Wulan Sari Malah Sabet Juara 1 dan Kantongi Hak Cipta

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 21:29 37 redaksi

RADAR KENDARI – Kekecewaan akibat keterlambatan mendaftarkan merek dagang justru melahirkan sebuah karya seni bernilai tinggi.

Terinspirasi dari dinamika perlindungan Kekayaan Intelektual (KI), puisi bertajuk “Nama yang Kulepaskan” karya Nur Wulan Sari berhasil memboyong Juara 1 ajang perlombaan puisi, hingga akhirnya resmi mengantongi Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum.

Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, dalam rangkaian Upacara Hari Pengayoman.

Momen tersebut menjadi peristiwa emosional bagi Nur Wulan Sari yang terharu karena perenungan kreatifnya kini diabadikan dan dilindungi hukum.

Nur Wulan menceritakan, ide penulisan puisi ini bermula saat ia hendak mengikuti kompetisi. Ia memilih mengangkat realita hukum yang marak di masyarakat: pentingnya mendaftarkan merek sejak dini.

“Puisi ini menceritakan tentang nama merek yang harus didaftarkan, namun terlambat karena sudah terlebih dahulu didaftarkan oleh orang lain. Saya terinspirasi membuat puisi ini saat harus mengikuti kegiatan lomba puisi, dan alhamdulillah bisa meraih Juara 1,” ungkap Nur Wulan Sari.

Kesadaran akan pentingnya perlindungan karya mendorongnya untuk melangkah lebih jauh dengan mencatatkan hak cipta ke Kanwil Kemenkum Sultra.

“Saya merasa sangat senang dan haru karena karya saya telah diabadikan dalam hak cipta,” tambahnya.

Kakanwil Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, karya ini tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga memuat edukasi hukum krusial bagi pelaku usaha dan UMKM di Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah melalui Kemenkum hadir untuk mengayomi setiap ide dan kreativitas masyarakat. Kami berharap momen haru dan bangga yang dirasakan pencipta hari ini bisa menular kepada kreator-kreator lainnya di Sulawesi Tenggara,” pungkas Topan Sopuan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA