Tim Pengabmas Poltekkes Kendari Prodi DIII Keperawatan Latih Kader Desa Mekar Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jun 2026 23:42 40 redaksi

SOROPIA – Dosen Program Studi D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) di Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, 7 – 14 Juni 2026.

Kegiatan ini berfokus pada Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Skrining dan Edukasi PTM.

Program pengabmas ini dipimpin oleh Reni Devianti U., M.Kep., Sp.Kep.MB sebagai ketua tim, bersama dua anggota tim dosen yaitu Akhmad, SST., M.Kes dan Dwi Purnama Putri, M.Kep. Target utama dari program ini adalah 20 orang kader kesehatan Desa Mekar.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Mekar. Kami berupaya mencegah PTM dengan cara membekali para kader melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait deteksi dini serta edukasi pencegahan PTM,” ujar Ketua Tim Pengabmas, Reni Devianti.

Rangkaian Kegiatan Tahapan Pengabmas

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang secara sistematis dalam tiga tahap pelaksanaan:

  • 7 Juni 2026: Pemberian edukasi pencegahan dan pengendalian PTM kepada para kader kesehatan.
  • 9 Juni 2026: Pelatihan praktik langsung skrining kesehatan bagi para kader.
  • 14 Juni 2026: Evaluasi program untuk memantau pemahaman serta kesiapan kader dalam menerapkannya di masyarakat.

Pelatihan Teknis Skrining dan Edukasi Faktor Risiko

Dalam sesi pelatihan teknis, para kader dibekali keterampilan langsung untuk melakukan pemeriksaan faktor risiko PTM menggunakan alat sederhana. Teknik yang diajarkan meliputi:

  • Pengukuran dan penilaian tekanan darah
  • Perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran lingkar perut
  • Pemeriksaan kadar kolesterol, glukosa darah, dan asam urat

Hasil dari setiap pemeriksaan tersebut nantinya dinilai oleh kader sebagai rujukan awal dalam menentukan tingkat risiko PTM warga.

Selain pemeriksaan fisik, para kader juga dilatih untuk melakukan asesmen terhadap faktor risiko gaya hidup, seperti riwayat PTM keluarga, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, pola makan(tinggi lemak, garam, dan gula, serta rendah serat), hingga tingkat aktivitas fisik.

Melalui penguatan kapasitas kader kesehatan ini, diharapkan Desa Mekar dapat memiliki sistem deteksi dini PTM yang mandiri dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA