Wali Kota Siska Karina Imran Tertarik Konsep RT 11 Smart di Jakarta

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 16:23 69 redaksi

RADAR KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, bersama jajaran Pemerintah Kota Kendari melakukan kunjungan studi tiru ke RT 11/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Rombongan Pemkot Kendari diterima Camat Kebayoran Baru, Rachmat Mulyadi, bersama jajaran pemerintah wilayah setempat.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung inovasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang dikembangkan RT 11/RW 07 Gandaria Utara melalui konsep RT 11 Smart.

Lingkungan tersebut menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena berhasil mengembangkan pengelolaan lingkungan secara terpadu.

Bahkan, RT 11/RW 07 Gandaria Utara berhasil meraih Jakarta Innovation Award melalui berbagai inovasi yang dikembangkan bersama masyarakat.

Sejumlah inovasi diterapkan di lingkungan tersebut, mulai dari sektor keamanan melalui smart gate, CCTV dan panic button, pengelolaan sampah melalui Kompos Keliling (Komling) dan Komposter Mandiri (KOMA), hingga program ketahanan pangan.

Tak hanya itu, RT 11 Smart juga memiliki program RT English yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan studi tiru tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkot Kendari untuk melihat secara langsung bagaimana berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat dikelola secara terpadu dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Yang menarik bagi kami adalah bagaimana satu lingkungan mampu mengelola berbagai aspek secara terpadu. Tidak hanya keamanan, tetapi juga pengelolaan sampah, ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Ini menjadi pembelajaran yang sangat baik untuk kami adaptasi sesuai dengan kebutuhan Kota Kendari,” ujar Siska.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari RT 11/RW 07 dapat menjadi referensi bagi Pemkot Kendari dalam mendorong penguatan pengelolaan lingkungan di tingkat RT.

Sementara itu, Ketua RT 11/RW 07, Imam Basori, menjelaskan bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan di wilayahnya berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kolaborasi warga.

“Kami mencoba menyelesaikan persoalan lingkungan dengan melibatkan warga. Setelah keamanan diperkuat, kami mengembangkan pengelolaan sampah, ketahanan pangan dan peningkatan kemampuan warga. Prinsipnya, RT harus menjadi ruang kolaborasi masyarakat,” jelas Imam.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkot Kendari juga melihat langsung penerapan berbagai inovasi.

Di antaranya sistem keamanan lingkungan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan, hingga pelaksanaan program RT English.

Studi tiru ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari untuk memperoleh referensi dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang nantinya dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan Kota Kendari.

Melalui pembelajaran tersebut, pengelolaan RT di Kota Kendari diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi ruang kolaborasi warga dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, produktif, mandiri dan berdaya saing.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA