18 Siswa SMAN 11 Kendari Lolos SNBP Perguruan Tinggi

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Apr 2026 12:57 60 radarkendari.id

KENDARI — Sebanyak 18 siswa-siswi SMAN 11 Kendari berhasil lulus ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah, sekaligus motivasi bagi siswa lainnya untuk mengikuti jalur seleksi berikutnya. Hal tersebut disampaikan pada Kamis, 23 April 2026.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 11 Kendari, Laode Sidi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para siswa tersebut.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa lain agar terus berusaha meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Ini menjadi salah satu kebanggaan kami. Tentunya kami berharap siswa lainnya juga bisa menyusul, baik melalui jalur seleksi bersama maupun jalur lainnya,” ujar Laode Sidi.

Ia menegaskan, pihak sekolah bersama para guru memiliki komitmen kuat untuk mendorong seluruh siswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan keinginan mereka.

“Kami sebagai guru tentu menginginkan seluruh anak-anak kami bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang mereka impikan,” tambahnya.

Namun, di balik capaian tersebut, pihak sekolah mengakui masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa.

Keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berlangsung.

Menurut Laode Sidi, pihak sekolah tidak lagi diperbolehkan melakukan pungutan seperti iuran OSIS, sementara dukungan dari komite sekolah juga terbatas.

Hal ini membuat sejumlah kegiatan siswa, khususnya di bidang ekstrakurikuler, mengalami hambatan.

“Di masa efisiensi ini, siswa juga sering mengeluh karena kegiatan yang mereka inginkan terkendala biaya. Kami tidak bisa lagi melakukan pungutan seperti dulu karena dikhawatirkan menjadi pungli,” jelasnya.

Meski demikian, pihak sekolah terus berupaya mencari solusi agar kegiatan siswa tetap berjalan. Salah satunya dengan mendorong sistem gotong royong atau patungan serta memberikan bantuan semampu sekolah.

“Kami berusaha agar anak-anak tetap bisa menyalurkan bakat mereka, meskipun dengan keterbatasan. Yang terpenting adalah semangat mereka tidak padam,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan dalam kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya mencakup transportasi, tetapi juga konsumsi seperti makan dan minum.

Kendati demikian, pihak sekolah tetap berupaya mencari alternatif agar kegiatan siswa dapat terus berlangsung.

“Alhamdulillah, kami masih bisa mencari jalan keluar. Semangat anak-anak untuk berkembang menjadi hal utama yang terus kami jaga,” tutupnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA