APSAI Kota Kendari Apresiasi Pemprov Sultra dan Polisi Usut Kasus Pengeroyokan Siswa

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Agu 2025 15:21 115 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Kendari memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kepolisian atas respons cepat dan penanganan kasus kekerasan yang menimpa seorang siswa SMA.

Kasus ini menjadi sorotan setelah seorang siswa SMAN 12 Kendari berinisial ANR (16) menjadi korban pengeroyokan.

Ketua APSAI Kota Kendari, Harry Purwanto, menyatakan keprihatinannya dan mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

“Kami sangat mengecam keras adanya tindakan pengeroyokan atau tindakan dan perundungan kepada siswa. Kami berharap ini menjadi kejadian terakhir,” tegasnya.

Menurutnya, semua pihak harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

“Kita semua ingin menciptakan Kota Kendari yang aman dan damai, jadi kita sebagai warga Kota Kendari harus menjaga ketertiban sesama,” tambahnya.

Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Provinsi Sultra ini secara khusus mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh aparat dan pemerintah daerah.

“Saya mengapresiasi Pemprov Sultra dan Kepolisian yang sudah mengusut kasus kekerasan kepada anak ini secara cepat dan presisi,” katanya.

Seperti diketahui, ANR menjadi korban pengeroyokan setelah mengikuti upacara HUT RI ke-80.

Ia dibuntuti dan dianiaya oleh sekelompok siswa dari sekolah lain saat dalam perjalanan pulang.

Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus menjalani operasi.

Menanggapi kejadian ini, Polisi berhasil mengamankan 11 terduga pelaku.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menunjukkan kepedulian dengan menjenguk langsung korban di rumah sakit dan menanggung seluruh biaya pengobatannya.

Gubernur juga telah mengambil langkah-langkah preventif, termasuk memberikan arahan kepada para pelajar dan mengkaji wacana pengiriman siswa bermasalah ke barak militer.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA