Foto bersama BEI, SRO Pasar Modal dan Jurnalis di Kota Kendari usai pelaksanaan media gathering di Swiss-Belhotel Kendari, Kamis (18/09/2025). RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal lainnya menggelar acara Media Gathering di Swiss-Belhotel Kendari, Kamis (18/09/2025).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman publik, khususnya para jurnalis, tentang keamanan dan peran vital pasar modal dalam perekonomian.
Kepala BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, menjelaskan bahwa acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan bersama seluruh unsur SRO, termasuk Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Indonesia SIPF (Security Investor Protection Fund).
“Kegiatan ini merupakan penutup dari lima rangkaian kegiatan yang kami lakukan bersama SRO di Kota Kendari. Kami berharap, dengan adanya Media Gathering ini, informasi terkait pasar modal dapat dikenal oleh publik secara luas,” kata Bayu.
Jumlah Investor di Sultra Capai 100.000
Bayu juga mengungkapkan bahwa saat ini, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencapai sekitar 100.000 orang.
Angka ini mencakup investor saham maupun reksa dana yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili Sultra.
“Kami memiliki potensi yang cukup besar di Sulawesi Tenggara. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tetapi informasi yang tersedia masih belum maksimal. Oleh karena itu, kami tidak henti-hentinya melakukan kegiatan sosialisasi, salah satunya dengan menggandeng wartawan pada hari ini,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait dominasi investor muda, Bayu mengatakan bahwa fenomena ini wajar karena generasi muda, terutama mahasiswa, memiliki akses informasi yang lebih cepat melalui teknologi.
Namun, ia menekankan bahwa edukasi tidak hanya menargetkan satu kelompok usia tertentu.
Perlindungan Investor Menjadi Prioritas
Senada dengan Bayu, Kepala Unit Layanan Pelanggan KSEI, Abdul Azis Albakkar, menyoroti pentingnya perlindungan investor seiring dengan meningkatnya jumlah mereka.
Data terbaru menunjukkan bahwa secara nasional, jumlah investor pasar modal sudah mencapai lebih dari 18 juta.
“Data ini sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa pasar modal kita mendapat kepercayaan yang baik dari masyarakat,” ujar Azis.
“Namun, kami hadir bersama bursa, KPEI, dan Indonesia SIPF untuk memastikan investor terlindungi. Jangan sampai jumlahnya banyak, tetapi tidak terlindungi. Itu bisa menimbulkan masalah,” tambahnya.
Secara tahunan, jumlah investor di Sultra mengalami peningkatan signifikan. “Tahun lalu sekitar 80.000, sekarang sudah 100.000,” ungkap Azis. Ia menambahkan, peningkatan ini rata-rata di atas 10% per tahun.
Acara ini diharapkan dapat menjadi jembatan informasi yang efektif, memastikan masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar dan merasa aman dalam berinvestasi di pasar modal.
Laporan : Agus Setiawan
Tidak ada komentar