Gubernur Jatim, Kofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman dan Kepala Kesbangpol Sultra, Andrian Nursalam saat konferensi pers silaturahmi bersama masyarakat Sultra asal Jatim di Kota Kendari, Selasa (18/11/2025). Foto : Agus Setiawan Kendari, Sulawesi Tenggara – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menawarkan peluang besar bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui akses ke sekolah-sekolah unggulan di Jawa Timur.
Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah saat bersilaturahmi dengan masyarakat Jawa Timur di Kendari, Sultra, pada Selasa malam (18/11/2025).
Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki enam Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna yang semuanya menggunakan sistem asrama, memberikan fasilitas pendidikan, makan, minum, dan tempat tinggal yang terintegrasi.
Sekolah-sekolah Taruna ini bermitra strategis dengan berbagai matra, yaitu Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Kepolisian, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk Taruna Pamong Praja.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa sekolah-sekolah ini memiliki kualitas yang sangat tinggi dan telah mendapat pengakuan nasional.
“SMA Taruna di Jawa Timur ini kalau menurut Kemendikbud 1 bulan lalu, dari 11 SMA di Indonesia yang masuk kategori SMA yang menyiapkan pemimpin masa depan, lima di antaranya adalah SMA Taruna dari Jawa Timur,” terang Khofifah.
SMA Taruna ini juga sangat efektif dalam mengantar siswa ke jenjang pendidikan tinggi. Khofifah menyebut, rata-rata 97% lulusan dari lima SMA Taruna di Jatim diterima di sekolah kedinasan dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Mengingat SMA Taruna dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim, kuota penerimaan siswa dialokasikan 80% untuk warga Jawa Timur dan 20% untuk non-Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa tawaran ini muncul setelah diskusinya yang sangat panjang dan intensif dengan Gubernur Sultra, yang memiliki perspektif kuat terkait peningkatan SDM daerah.
“Kalau misalnya Pak Gubernur [Sultra] sepakat bahwa ini akan menjadi prioritas, kuota 20% itu bisa menjadi prioritas sebagian besar dari Sulawesi Tenggara,” tegas Khofifah.
Kesempatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari rencana strategis antara Pemprov Jawa Timur dan Sultra untuk meningkatkan kualitas SDM secara terencana, terutama bagi putra-putri Sultra yang ingin menempuh pendidikan setingkat SMA dengan fokus kedinasan dan kepemimpinan.
Peluang kerjasama pendidikan ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar kepala dinas kedepannya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar