Skandal “86” Pesta Sabu, Pejabat di Kendari Diduga Terjaring Razia, Benarkah Dibebaskan?

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 21:12 44 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Isu miring kini tengah mengguncang lingkup pemerintahan di Kota Kendari. Seorang oknum pejabat eselon, dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) saat sedang berpesta narkoba jenis sabu-sabu.

Namun, hingga kini status hukum pejabat tersebut masih menjadi misteri dan diduga kuat telah terjadi upaya “main mata” atau penyelesaian di bawah meja (86) dengan oknum aparat.

Berdasarkan penelusuran pewarta media ini, insiden memalukan ini terjadi di sebuah kos-kosan di wilayah Kota Kendari pada Desember 2025 lalu.

Pejabat berinisial IN tersebut kabarnya sedang bersama tiga orang lainnya—termasuk seorang wanita—ketika penegak hukum melakukan penggerebekan.

“Infonya di dalam kamar itu ada empat orang. Salah satunya pejabat itu, ada teman ceweknya juga,” ujar ‘Lalang’ salah satu sumber yang mengetahui kejadian tersebut, Jumat (13/02/2026).

Meskipun bukti-bukti berupa foto dan video penggerebekan dikabarkan sempat beredar di kalangan terbatas penegak hukum, hingga saat ini tidak ada catatan resmi mengenai penahanan pejabat tersebut.

Meskipun isu ini berembus kencang, terduga pelaku dan sejumlah otoritas terkait memberikan bantahan keras.

Terduga Pelaku (Inisial IN) membantah keterlibatan dalam kasus ini. “Tidak ada pejabat berkenaan info itu. Pemkot sudah bekerja sama dengan BNN untuk tes urine di bulan Desember lalu (2025), dan hasilnya tidak ada yang positif,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Kendari, Amir Hasan menyatakan hal serupa bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menekankan bahwa Pemkot telah melakukan langkah preventif melalui tes narkoba kepada seluruh ASN se-Kota Kendari.

“Tidak ada (pejabat yang terjaring pesta narkoba) hanya pemkot pernah melakukan tes narkoba kepada seluruh ASN se Kota Kendari,” kata Amir Hasan.

Senada, Paur Mitra Subbid Penmas Polda Sultra, Ipda Hasrun mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi (pesta narkoba pejabat). “Belum ada info yang sampai kepada kami,” ujarnya.

Pengakuan serupa disampaikan Kasi Intel BNNP Sultra, Isamuddin. Ia menyatakan belum memantau perkembangan kasus tersebut. “Saya belum monitor (pesta sabu pejabat), saya masih di luar kota,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA