PT Jasa Raharja Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kota Kendari, Kamis (29/01). RADARKENDARI.ID – Upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib kembali diperkuat. PT Jasa Raharja Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kota Kendari, Kamis (29/01).
Pertemuan strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan transportasi guna merumuskan solusi nyata menghadapi dinamika lalu lintas di ibu kota provinsi.
Rapat berlangsung hangat dan konstruktif, dihadiri oleh unsur Ditlantas Polda Sultra, Satlantas Polresta Kendari, Dinas Perhubungan Kota Kendari, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara.
Salah satu agenda krusial adalah identifikasi dan validasi Titik Rawan Kecelakaan (blackspot). Akurasi dan integrasi data menjadi sorotan utama agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kita tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi. Integrasi data titik rawan kecelakaan antarinstansi menjadi kunci agar langkah preventif, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penempatan personel, efektif menurunkan fatalitas korban,” tegas Andi Ardian Syahruddin, Mobile Service Jasa Raharja Sultra.
Merespons keluhan masyarakat dan analisis risiko di lapangan, forum membahas serius usulan pembatasan jam operasional kendaraan berat seperti truk kontainer dan tronton di jalan protokol.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurai kepadatan arus sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan fatal yang kerap melibatkan kendaraan bertonase besar pada jam sibuk.
Selain itu, FKLL juga menyoroti dua langkah strategis lain:
1. Optimalisasi Fungsi Terminal
Forum mendorong seluruh moda transportasi umum dan angkutan barang memaksimalkan kembali fungsi terminal. Tujuannya, menekan parkir liar dan hambatan samping yang kerap memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
2. Digitalisasi dan Sinkronisasi Data
Sinkronisasi data kecelakaan dari kepolisian dengan data klaim Jasa Raharja serta data pemeliharaan jalan dari Dishub/BPTD diharapkan melahirkan satu peta risiko yang komprehensif. Dengan demikian, intervensi keselamatan dapat dilakukan lebih presisi dan berbasis bukti.
Melalui FKLL, sinergi lintas sektoral diharapkan semakin solid. Tidak hanya untuk menekan angka kecelakaan, tetapi juga membangun budaya keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan di Kendari.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar