Kendalikan Harga Pangan, BI Sultra dan Pemkot Kendari Perluas Kios Digital dan Kerja Sama Daerah

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 19:22 81 radarkendari.id

KENDARI – Upaya pengendalian inflasi di daerah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara resmi meluncurkan program sinergi pengendalian inflasi tahun 2026 dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026 yang dirancang sebagai strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah tantangan perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pengendalian inflasi terletak pada sinergi antar pemangku kepentingan.

“Rakor Pangan tahun ini menegaskan tiga arah strategis utama, yakni optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi. Namun yang paling penting adalah sinergi. Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, dengan sinergi yang kuat, program pengendalian inflasi akan memiliki dampak yang lebih luas, implementasi yang lebih cepat, serta keberlanjutan yang lebih terjaga.

Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33 persen (month to month), 2,95 persen (year on year), dan 1,16 persen (year to date).

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas utama seperti beras, cabai rawit, ikan kembung, serta bahan bakar rumah tangga.

Melalui Rakor Pangan 2026, TPID Kendari bersama BI Sultra meluncurkan sejumlah program strategis. Di antaranya penambahan 70 Kios Pangan Digital serta lima kerja sama antardaerah berbasis business to business (B2B) untuk memperkuat distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan pangan.

Selain itu, juga diluncurkan program PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) yang melibatkan 11 kecamatan, sebagai langkah pengendalian inflasi dari tingkat keluarga melalui edukasi konsumsi bijak.

Tak hanya itu, program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) juga diperkenalkan di 24 SMP Negeri di Kendari guna menanamkan pemahaman tentang inflasi sejak dini melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung seperti berkebun.

Dengan berbagai langkah tersebut, BI Sultra bersama Pemerintah Kota Kendari optimistis pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas harga, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA