Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 10:54 41 radarkendari.id

JAKARTA – Setiap bulan April, bangsa Indonesia kembali mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartiniyang menjadi simbol emansipasi dan keberanian perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan.

Semangat itu tak pernah padam—justru terus hidup dalam berbagai peran perempuan masa kini, termasuk mereka yang bangkit di tengah ujian hidup.

Di tengah dinamika tersebut, Jasa Raharja mengambil peran strategis. Tidak hanya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, perusahaan pelat merah ini juga aktif mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya mereka yang terdampak secara ekonomi akibat musibah.

Data menunjukkan bahwa korban kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh laki-laki usia produktif. Kondisi ini kerap memicu perubahan drastis dalam struktur ekonomi keluarga.

Banyak perempuan yang sebelumnya berperan sebagai pengelola rumah tangga, harus bertransformasi menjadi tulang punggung keluarga setelah kehilangan pasangan.

Dalam situasi sulit tersebut, kehadiran negara menjadi krusial. Melalui layanan santunan yang cepat, transparan, dan terintegrasi, Jasa Raharja memastikan hak para ahli waris terpenuhi. Namun, komitmen tersebut tidak berhenti pada pemberian santunan semata.

Lewat berbagai program pemberdayaan, perusahaan ini mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Salah satu program unggulan adalah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui inisiatif Pemberdayaan Ekonomi untuk Keluarga Ahli Waris Berdaya dan Terampil (JR Pelita).

Program ini memberikan dukungan nyata, mulai dari bantuan modal, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha bagi perempuan untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Selain itu, dukungan terhadap sektor UMKM juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat peran perempuan sebagai pelaku ekonomi mandiri. Dengan pendekatan berkelanjutan, perempuan didorong tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing.

Lebih jauh, perempuan juga memiliki posisi strategis dalam membangun budaya keselamatan, dimulai dari lingkungan keluarga. Peran ibu sebagai pendidik pertama dinilai penting dalam menanamkan nilai disiplin, kehati-hatian, dan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini masih sangat relevan hingga saat ini.

“Menjadi perempuan masa kini adalah tentang keberanian untuk berdiri tegak, menentukan pilihan, dan mandiri atas jalan hidup yang dipilih. Kemandirian bukan sekadar pembuktian diri, tetapi keyakinan bahwa kita memiliki kekuatan untuk membawa perubahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat Kartini kini menjelma dalam berbagai peran perempuan Indonesia—mulai dari mereka yang menggerakkan roda ekonomi, hingga yang dengan penuh kasih merawat keluarga dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui berbagai inisiatif perlindungan dan pemberdayaan, Jasa Raharja berupaya memastikan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkembang.

Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang keberanian melangkah dengan perlindungan, dukungan, dan harapan yang nyata.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA