Wakapolri Resmikan Jembatan “Dhira Brata”, Bukti Nyata Instruksi Presiden Prabowo Subianto Hadir di Pelosok Sultra

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 18:20 53 radarkendari.id

Kolaka, Sulawesi Tenggara — Komitmen pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Wakil Kepala Kepolisian RI, Dedi Prasetyo, meresmikan 17 jembatan perintis di wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk dua jembatan utama bertajuk “Dhira Brata” yang berada di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka dan Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur.

Peresmian ini menjadi bagian dari implementasi langsung instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan jembatan perintis di berbagai daerah, terutama wilayah yang masih terkendala akses transportasi.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat.

“Kita ingin memastikan akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.

Dua jembatan “Dhira Brata” yang diresmikan memiliki peran strategis. Jembatan pertama di Desa Sabilambo merupakan jembatan gantung asimetris dengan panjang bentang 30 meter dan lebar 1,2 meter, yang mampu menahan beban hingga 1,5 ton. Jembatan ini diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, hingga kendaraan roda dua.

Sementara itu, jembatan kedua di Desa Silui memiliki panjang 30 meter dan lebar 3 meter, dengan ketinggian 3 meter dari permukaan air. Infrastruktur ini menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha serta delapan desa lainnya, menjangkau sekitar 1.100 kepala keluarga.

Secara keseluruhan, keberadaan 17 jembatan perintis ini diproyeksikan melayani lebih dari 1.200 kepala keluarga dan membuka akses bagi lebih dari sembilan desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur.

Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, proyek ini juga melibatkan kolaborasi antara Polri dan masyarakat melalui semangat gotong royong, serta dukungan tenaga ahli konstruksi guna memastikan kualitas dan keberlanjutan jembatan.

Selain dua titik utama tersebut, pembangunan dan perbaikan jembatan juga tersebar di berbagai wilayah hukum Polres jajaran, di antaranya di Konawe Selatan, Buton Utara, Bombana, Muna, Konawe, hingga Buton Tengah dan Buton. Langkah ini menunjukkan pemerataan pembangunan yang menyasar daerah-daerah dengan tingkat kebutuhan akses yang tinggi.

Wakapolri menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan perintis harus mampu menjawab tantangan geografis Indonesia yang kompleks.

“Arahan Presiden jelas, kita harus membangun infrastruktur yang tangguh dan adaptif terhadap kondisi wilayah yang memiliki potensi sekaligus risiko bencana,” tegasnya.

Peresmian jembatan “Dhira Brata” ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan aparat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar penghubung antarwilayah, jembatan ini diharapkan menjadi jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan mobilitas warga, serta percepatan kesejahteraan di pelosok Sulawesi Tenggara.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA