Indosat Meluncurkan Solusi Manajemen Energi Berbasis AI dan IoT 

waktu baca 3 menit
Minggu, 26 Jul 2026 14:33 44 redaksi

RADAR KENDARI — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui lini bisnis korporatnya, Indosat Business, resmi meluncurkan Solusi Manajemen Energi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) pada Kamis (23/7/2026).

Langkah strategis ini hadir untuk membantu pelaku industri meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memenuhi aturan ketat konservasi energi nasional.

Pengelolaan energi di Indonesia saat ini telah bergeser dari sekadar praktik terbaik menjadi sebuah kewajiban hukum.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 33/2023 dan standar internasional ISO 50001, pengguna energi skala besar diwajibkan menerapkan program konservasi terstruktur, mulai dari pemantauan real-time, sub-metering, hingga pelaporan berkala.

Di sisi lain, kebutuhan energi sektor industri terus membengkak. Data Kementerian ESDM (Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2024) mencatat konsumsi energi final Indonesia mencapai rekor 1,276 miliar Setara Barel Minyak (SBM) pada 2024, di mana sektor industri menyumbang 45,94% dari total kebutuhan nasional.

Saat ini, biaya listrik mengambil porsi 8% hingga 12% dari total biaya operasional industri. Namun, akibat ketiadaan visibilitas real-time, perusahaan diperkirakan kehilangan 10% hingga 30% energi akibat inefisiensi dan anomali peralatan.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Jisman P Hutajulu, menyambut baik inovasi dari Indosat Business tersebut.

Menurutnya, konservasi energi adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan industri.

“PP No. 33/2023 dirancang untuk mendorong pengguna energi skala besar melakukan pemantauan dan pelaporan secara real-time. Solusi dari Indosat Business menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu menerjemahkan tuntutan regulasi menjadi solusi praktis. Langkah ini memperkuat ketahanan energi, daya saing nasional, serta membantu industri memenuhi kewajiban kepatuhan dan target keberlanjutan,” ujar Jisman.

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, menegaskan bahwa energi kini bukan lagi sekadar biaya rutin, melainkan variabel bisnis strategis yang berdampak langsung pada profitabilitas dan daya saing perusahaan.

“Kami tidak sekadar memberikan alat pemantau, melainkan mendampingi pelaku usaha menyelesaikan masalah nyata di lapangan. Kami memadukan kapabilitas jaringan, data, dan AI milik Indosat dengan keahlian operasional mereka. Lewat jaringan nasional yang menjangkau lokasi terpencil hingga fasilitas industri, kami menyatukan konektivitas, platform, dan managed service dalam satu pintu tanggung jawab (single point of accountability),” jelas Danny.

Solusi Manajemen Energi dari Indosat Business didukung oleh AI-driven Intelligence Layer yang menganalisis data operasional secara berkelanjutan.

Layanan ini mampu mendeteksi anomali, memberikan peringatan prediktif, serta menemukan peluang optimasi biaya.

Sistem berbasis end-to-end managed service ini menyatukan perangkat sensor IoT, konektivitas aman, platform terpusat, dan analitik dalam satu dasbor tunggal. Layanan ini membawa lima kapabilitas utama.

Pertama, Pemantauan Daya: Efisiensi listrik untuk manufaktur, gedung perkantoran, ritel, perbankan, dan pendidikan.

Kedua, Pemantauan Genset & Transformator: Pemantauan kinerja generator, bahan bakar, dan kesehatan aset secara real-time untuk migas, pertambangan, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center).

Ketiga, Sistem Pemantauan Baterai: Menjaga keandalan daya cadangan pada operasional krusial.

Keempat, Sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) Pintar: Otomatisasi pencahayaan publik untuk pemerintah dan pengembang kawasan.

Kelima, Pemantauan Air & Gas: Pemantauan utilitas dan deteksi kebocoran untuk kawasan industri dan pusat perbelanjaan.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya memangkas biaya utilitas dan menekan downtime, tetapi juga mempermudah pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan demi mendukung target Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission) Indonesia pada 2060.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA