Sah! La Ode Sapinsyah Resmi Jadi Kapten Badko HMI MPO Sultra

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 15:16 58 radarkendari.id

KENDARI – Estafet kepemimpinan Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam MPO Sulawesi Tenggara resmi berganti, Minggu (3/5/2026).

La Ode Sapiansya kini mengemban amanah sebagai Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI MPO Sultra periode 2025-2027 setelah terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) dan disahkan oleh Pengurus Besar melalui Surat Keputusan Nomor: 043/A/KPTS/11/1447 tertanggal 3 Mei 2026.

Keterpilihan putra asal Wakatobi ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam merumuskan kembali arah perjuangan mahasiswa Islam di Sulawesi Tenggara, khususnya dalam menghadapi tantangan era disrupsi yang kian kompleks.

Visi Transformasi dan Kolaborasi

Dalam pernyataan perdananya, Mantan Ketua Cabang HMI MPO Kendari ini menegaskan pentingnya transformasi organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa HMI MPO tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan harus mampu membangun jejaring kolaboratif yang luas tanpa kehilangan independensi.

“HMI MPO Sulawesi Tenggara harus menjadi jembatan. Kita tidak lagi berada di era kompetisi yang saling menjatuhkan, melainkan era kolaborasi. Kami siap bermitra dengan pemerintah provinsi, instansi vertikal, hingga sektor swasta, selama kemitraan itu bermuara pada kesejahteraan masyarakat Sultra,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan baru, BADKO HMI MPO Sultra telah merumuskan tiga pilar utama sebagai arah kebijakan organisasi ke depan:

Revitalisasi Intelektual

Meningkatkan kapasitas akademik dan daya analisis kader terhadap isu-isu strategis daerah, seperti pertambangan dan pemberdayaan UMKM.

Sinergi Lintas Sektor

Membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan serta pemangku kepentingan dalam mengawal kebijakan publik.

Kemandirian Organisasi

Mendorong kader untuk adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital dan kewirausahaan guna memperkuat ketahanan internal organisasi.

Komitmen Mengawal Isu Daerah

Sapiansya juga menyoroti sejumlah isu krusial di Sulawesi Tenggara, termasuk pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa HMI MPO akan tetap berperan sebagai mitra kritis pemerintah.

“Kolaborasi bukan berarti kita bungkam. Justru dengan kolaborasi, kritik yang kita sampaikan akan lebih berbasis data dan solusi. Kita ingin memastikan pembangunan di Sultra benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa,” tegasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, Badko HMI MPO Sultra diharapkan mampu menghadirkan semangat pembaruan dan langkah strategis yang konkret, sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai pilar penting dalam demokrasi dan pembangunan daerah.

Penulis : Amin
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA