Dinas Perpustakaan dan Bunda Literasi Kendari Luncurkan ‘GEMA MOBASA’ di SDN 35, Dorong Membaca Jadi Gaya Hidup

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 10:21 108 radarkendari.id

KENDARI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari berkolaborasi dengan Bunda Literasi Kota Kendari resmi meluncurkan gerakan “GEMA MOBASA” (Gerakan Bersama Gemar Membaca Berbasis Inklusi Sosial).

Kegiatan peluncuran ini dilaksanakan di SDN 35 Kendari, Jalan Badak, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Gerakan ini diinisiasi berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 59 Tahun 2022 tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, serta Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 309 Tahun 2026 mengenai Pembentukan Kelompok Kerja Gerakan Bersama Gemar Membaca Berbasis Inklusi Sosial pada Satuan Pendidikan Dasar, Pendidikan Khusus, dan Masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, M. Akrim Kurdin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun sinergi lintas sektor demi meningkatkan budaya baca masyarakat Kota Kendari.

Pihaknya turut mengundang berbagai elemen penting dalam peluncuran ini, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Camat Poasia, hingga Forum Anak Kota Kendari.

“GEMA MOBASA merupakan langkah nyata pemerintah kota dalam mewujudkan transformasi perpustakaan yang inklusif, sehingga akses terhadap ilmu pengetahuan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak pada satuan pendidikan dasar,” ujar M. Akrim Kurdin.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa tantangan literasi di era digital saat ini semakin kompleks akibat derasnya arus informasi.

Menurutnya, membaca bukan lagi sekadar kemampuan, melainkan kebutuhan dasar dan bekal utama untuk mencetak generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berakhlak mulia.

“Melalui GEMA MOBASA, kita ingin menegaskan bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Membaca harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegas Shintya Putri Anawula Sudirman.

Ia juga menambahkan bahwa penumbuhan minat baca ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti membaca nyaring (read aloud), mendoneng, dan menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama.

Secara khusus, Shintya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan sudut-sudut baca di rumah, mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, serta menjadikan aktivitas membaca sebagai gaya hidup baru yang membanggakan.

“Untuk anak-anakku tercinta, jangan pernah lelah untuk membaca karena buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kalian bisa bermimpi setinggi langit dan meraih masa depan yang gemilang,” pesan Bunda Literasi di hadapan para siswa dan guru SDN 35 Kendari.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Plt. Camat Poasia beserta para Lurah se-Kecamatan Poasia, para guru SDN 35 Kendari, pegiat literasi, serta perwakilan orang tua murid.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA