Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang KENDARI – Meski Kota Kendari telah menetapkan status masa tanggap darurat bencana banjir untuk kedua kalinya, Pemerintah Kota Kendari hingga saat ini belum mengucurkan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan logistik maupun bantuan bahan pangan warga terdampak.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan di lapangan sejauh ini masih sepenuhnya mengandalkan stok logistik dari Dinas Sosial kota serta sokongan dari pihak Balai Provinsi untuk penanganan infrastruktur tanggul.
“Kalau BTT kita keluarkan untuk perbantuan pangan itu tidak ada, karena logistik makanan semua ditangani oleh Dinas Sosial dan stoknya masih ada. Anggaran BTT dari kota belum dikeluarkan karena sejauh ini kebutuhan penanganan masih bisa di-handle,” jelas Cornelius Padang saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Cornelius menambahkan, hingga hari ini pemanfaatan anggaran BTT masih terus dikoordinasikan dan dibahas bersama pihak pemerintah provinsi, sehingga belum ada pos anggaran BTT yang dicairkan secara besar-besaran untuk masyarakat.
BTT Hanya untuk Operasional Taktis Petugas
Kendati anggaran BTT untuk bantuan pangan masyarakat belum digulirkan, Cornelius tidak menampik bahwa anggaran operasional taktis dalam skala kecil tetap berjalan.
Anggaran tersebut digunakan untuk menyokong pergerakan personel yang bekerja nonstop di lapangan.
“Kecuali untuk bensin mobil armada dengan konsumsi anggota atau petugas untuk kerja penanganan di lapangan, itu saja yang dikeluarkan,” tambahnya.
Fokus BPBD: Pembersihan Sedimen Lumpur
Di tengah belum dikucurkannya anggaran BTT daerah, BPBD Kota Kendari tetap memaksimalkan personel yang ada untuk melakukan penanganan pascabencana di pemukiman warga. Fokus utama petugas saat ini adalah membersihkan sisa-sisa material banjir.
“Kami tetap turun ke lapangan melakukan pembersihan di rumah-rumah warga. Tadi kami fokus mengurangi sedimen (lumpur) di halaman rumah warga, baik di kawasan Wanggu maupun di titik-titik lain yang memerlukan bantuan,” pungkas Cornelius.
Pihak Pemkot Kendari kini juga tengah menanti atensi dan stimulan bantuan dari Pemerintah Pusat (BNPB), mengingat status tanggap darurat yang sudah berjalan dua kali berturut-turut.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar