Diduga Hanyut Saat Buang Air Besar di Laut, Nelayan Asal Konawe Kepulauan Hilang di Perairan Bombana

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jun 2026 10:15 52 radarkendari.id

BOMBANA – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana.

Memasuki hari kedua operasi pencarian pada Minggu (7/6), area penyisiran kini diperluas.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), seorang warga asal Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa operasi SAR hari kedua ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok.

“Pencarian hari kedua kami lakukan dengan membagi tim menjadi dua sektor. Masing-masing tim melakukan penyisiran di dua lokasi berbeda dengan luas area pencarian masing-masing mencapai 20 NM2,” ujar Amiruddin.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 WITA. Korban bersama juragan kapal Pa’gae, H. Daeng Gassing, serta 10 orang Anak Buah Kapal (ABK) lainnya berangkat melaut untuk menangkap ikan.

Sekitar pukul 17.45 WITA, kapal mulai melepas jaring. Namun, satu jam berselang, tepatnya pukul 18.45 WITA, korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan hanya bermodalkan sepotong gabus sebagai pelampung.

Sementara itu, kru kapal lainnya fokus menarik jaring ikan. Pukul 19.30 WITA, setelah seluruh jaring berhasil ditarik ke atas kapal, juragan kapal menyalakan mesin dan mencari keberadaan korban.

Sayangnya, korban sudah tidak terlihat di permukaan air. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban malam itu, namun hasilnya nihil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di lokasi pencarian saat ini terpantau cerah dengan kecepatan angin mencapai 18,5 km/jam yang bertiup dari arah timur. Adapun ketinggian gelombang diperkirakan berada di kisaran 0,5 hingga 1,5 meter.

Operasi SAR berskala besar ini melibatkan berbagai unsur kedaruratan dan aparat keamanan, di antaranya: SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos AL Bombana, Kru kapal Pa’gae dan kru, longboat, Masyarakat sekitar.

Sejumlah alat utama (alut) juga dikerahkan guna menunjang proses evakuasi, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal Pa’gae, longboat, peralatan penyelamatan medis dan evakuasi, hingga peralatan komunikasi khusus keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi yang telah dipetakan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA