Cegah Wabah DBD Pasca Banjir, Polda Sultra Gerak Laksanakan Fogging di Kawasan Lepo-lepo Kendari

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 20:53 45 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Tim Patroli Jentik Presisi (PJP) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sultra menunjukkan respons cepat dalam menangani keluhan warga RW 5, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Rabu 17 Juni 2026.

Berkaitan dengan seorang anak terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) serta meningkatnya populasi nyamuk di kawasan tersebut pasca terjadinya banjir yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Mendapat laporan dari warga, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan menyeluruh.

Kehadiran tim di tengah-tengah permukiman warga disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini merasa khawatir dengan kondisi lingkungan pascabanjir.

Genangan air yang tersisa akibat banjir dinilai menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 156 rumah di wilayah RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo berhasil mendapatkan layanan fogging atau pengasapan dari Tim PJP Biddokkes Polda Sultra.

Proses fogging dilakukan secara sistematis dari rumah ke rumah guna memastikan seluruh area permukiman terbebas dari ancaman nyamuk pembawa virus dengue.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Tim PJP Biddokkes Polda Sultra menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat reaktif, melainkan juga preventif demi mencegah meluasnya kasus DBD di wilayah Kelurahan Lepo-Lepo.

Masyarakat juga dihimbau untuk aktif melaksanakan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. drg. Ignatius Hendra A., Sp.KG, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap  kesehatan masyarakat.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir di tengah-tengah kesulitan warga, khususnya dalam mengantisipasi dampak kesehatan lingkungan.

Kombes Pol. Ignatius Hendra juga menambahkan bahwa Tim PJP dibentuk secara khusus dengan pendekatan “Presisi” agar mampu merespon aduan masyarakat dengan cepat dan akurat.

Ia berharap kegiatan fogging ini dapat memberikan rasa aman secara psikologis maupun medis bagi Masyarakat Khususnya warga kelurahan lepo-lepo

Respon cepat dari jajaran Biddokkes Polda Sultra ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pemerintah setempat.

Lurah Lepo-Lepo, Ridlan Nurung, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih langsung kepada pihak kepolisian atas kepedulian luar biasa yang ditunjukkan di wilayah kerjanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sultra beserta jajaran Biddokkes yang telah bergerak cepat melakukan fogging di lingkungan warga kami. Langkah ini sangat membantu menenangkan kecemasan warga akan ancaman penyakit malaria pasca-bencana,” ujar Ridlan Nurung saat memantau langsung proses pengasapan di pemukiman warganya.

Ketua RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo Musran Konggo, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kecepatan respons Tim PJP Biddokkes Polda Sultra dalam menanggapi keluhan mereka.

Langkah sigap yang ditunjukkan oleh jajaran Polda Sultra ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan kasus DBD di wilayah tersebut dapat segera ditekan dan tidak meluas ke kawasan lainnya.

Selain melakukan fogging, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra juga menyempatkan diri untuk memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasca-banjir.

Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas) guna memastikan jentik-jentik nyamuk baru tidak kembali berkembang biak di sisa-sisa genangan air.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA