Distan Kota Kendari menegaskan bahwa dukungan sarana, prasarana, hingga bantuan bibit terus dikucurkan secara berkelanjutan kepada petani di Kota Kendari termasuk di Kawasan Nanga-nanga.
RADAR KENDARI — Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari membantah tudingan minimnya perhatian dan pendampingan terhadap para petani buah di Kawasan Nanga-Nanga.
Distan menegaskan bahwa dukungan sarana, prasarana, hingga bantuan bibit terus dikucurkan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, menjelaskan bahwa intervensi pemerintah daerah sejak tahun 2022 hingga 2025 sudah sangat signifikan.
Namun, hasil di lapangan belum maksimal karena sebagian petani kerap tidak menjalankan arahan teknis dari penyuluh maupun dinas.
Imran mengungkapkan, komitmen pemerintah dalam mendampingi petani di Nanga-Nanga tidak perlu diragukan.
Selain bantuan fisik, kehadiran jajaran dinas dalam mengawal kelompok tani (poktan) di wilayah tersebut juga intens dilakukan.
“Perhatian sejak 2022 sampai 2025 sudah cukup besar, hanya petani di sana yang kadang tidak mengikuti arahan penyuluh maupun dinas. Tahun ini bahkan kita masukkan 2 unit sumur bor untuk pengairan. Dalam beberapa kali rapat, saya sendiri yang mewakili dinas hadir langsung di sana,” ujar Imran.
Selain fasilitas pengairan seperti sumur bor, Distan Kota Kendari juga telah mendistribusikan mesin pompa air (alkon) untuk membantu operasional penyiraman tanaman para petani.
Terkait komoditas hortikultura, Distan telah menyalurkan berbagai jenis bibit buah-buahan unggul, mulai dari durian, lengkeng, alpukat, mangga, jambu kristal, rambutan, hingga bibit kopi dalam jumlah terbanyak.
“Kalau dilihat secara logika, dengan jumlah bibit yang disalurkan seharusnya kawasan itu sudah ‘menghutan’ kembali. Tapi hasilnya belum sesuai harapan,” jelasnya.
Imran menyayangkan pola tanam yang diterapkan para petani. Sejak rapat bersama pada tahun 2022, Distan telah mengarahkan pembentukan klaster komoditas agar tiap kelompok tani memiliki fokus tanaman yang jelas dan bernilai ekonomis tinggi.
“Rapat tahun 2022 sudah kita sepakati masing-masing poktan beda jenis tanaman. Kelompok tani sudah kita arahkan untuk dibuatkan klaster, tapi tetap saja mereka mencampur berbagai jenis buah-buahan dalam satu lokasi. Akhirnya kondisi pertanaman masih seperti ‘kebun di belakang rumah’,” pungkas Imran.
Distan Kota Kendari berharap para petani di Nanga-Nanga dapat lebih kooperatif dan mau mengikuti petunjuk teknis dari petugas penyuluh lapangan (PPL).
Hal ini penting agar seluruh bantuan modal, sarana, dan bibit yang disalurkan dari uang negara dapat memberikan hasil panen yang optimal dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar