Atasi Banjir dan Krisis Air Bersih, Pemkot Kendari Perkuat Kolaborasi Strategis dengan La Rochelle Prancis

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Jun 2026 22:44 199 redaksi

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus bergerak cepat dalam mengatasi dua masalah krusial perkotaan: banjir dan pemenuhan kebutuhan air bersih.

Langkah ini dipertegas melalui penerimaan kunjungan delegasi resmi dari Kota La Rochelle, Prancis, di Kantor Wali Kota Kendari.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman.

Pertemuan strategis ini merupakan tindak lanjut dari hubungan sister city yang telah lama terjalin erat antara kedua kota.

Fokus utama kolaborasi kali ini adalah adopsi teknologi pengolahan air minum serta manajemen infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, tim teknis delegasi Prancis memaparkan hasil kajian komprehensif mengenai rekam jejak dan pemetaan banjir di Kota Kendari dari tahun 2013 hingga saat ini.

Kajian ilmiah ini berhasil mengidentifikasi wilayah-wilayah rawan banjir, dampak lingkungan yang ditimbulkan, kalkulasi akurat jumlah hunian warga yang terdampak di sepanjang bantaran sungai.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, memberikan apresiasi tinggi terhadap ekspose data tersebut. Menurutnya, hasil penelitian ini akan menjadi rujukan utama Pemkot dalam merumuskan kebijakan mitigasi ke depan.

“Kami sangat mengapresiasi pemetaan ini. Data yang disajikan sangat akurat dan akan menjadi acuan penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun langkah penanganan banjir yang lebih efektif dan terukur,” ujar Sudirman.

Sudirman menjelaskan bahwa kolaborasi dengan La Rochelle bukan sekadar wacana, melainkan sudah memberi dampak nyata yang dirasakan langsung oleh warga Kendari.

Pada tahun lalu, La Rochelle telah memberikan dukungan modernisasi peralatan penjernihan air untuk PDAM Kota Kendari.

“Alhamdulillah manfaatnya luar biasa. Masyarakat pelanggan PDAM merasakan langsung kualitas air yang mengalir ke rumah mereka kini jauh lebih bersih dan berkualitas dibanding sebelumnya,” tambahnya.

Pada kunjungan kali ini, delegasi Prancis membawa tim yang lebih lengkap, mulai dari perwakilan dewan kota, pakar teknis hidrologi, hingga lembaga pembiayaan pembangunan internasional.

Tim teknis bahkan telah terjun langsung ke lapangan untuk memetakan titik krusial di sepanjang aliran Sungai Kali Kadia yang melintasi wilayah Puuwatu, Punggolaka, Tobuha, Pondambea, Kecamatan Kadia.

Berdasarkan kajian awal di lapangan, tim La Rochelle merekomendasikan dua solusi utama untuk mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut.

Normalisasi Menyeluruh: Melakukan normalisasi aliran Sungai Kali Kadia secara total dari hulu hingga ke hilir, dan Pembangunan Kolam Retensi: Membangun lima kolam retensi di sejumlah titik strategis yang ketersediaan lahannya masih memadai.

Ke depan, Pemkot Kendari dan pihak Prancis akan segera menyusun rancangan teknis yang lebih detail guna merealisasikan solusi tersebut.

“Insya Allah, mereka akan mendampingi kita dalam menyusun desain teknis (Detail Engineering Design) penanganan banjir serta mentransfer pengetahuan kepada tim daerah. Setelah desain rampung, kita akan hitung kebutuhan fisik infrastrukturnya disesuaikan dengan kemampuan daerah,” tutup Sudirman.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA