Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf bersama jajaran mengunjungi Teras Pangan B2SA di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Senin (22/09/2026). Foto : Agus Setiawan RADAR KENDARI — Kenaikan harga cabai yang meroket dari Rp 40 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram di Kota Kendari mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.
Menanggapi lonjakan harga komoditas yang rutin memicu inflasi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari menyiapkan langkah strategis melalui pemanfaatan pekarangan dan teras rumah warga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan program Rumah Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta pemanfaatan Teras B2SA.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga secara mandiri sehingga masyarakat tidak bergantung penuh pada dinamika harga pasar.
“Setiap tahun kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai ini selalu memengaruhi inflasi. Melalui optimalisasi Teras B2SA, kami menginginkan setiap keluarga memiliki tanaman di sekitar rumahnya. Kalau setiap rumah tangga menanam cabai, ketahanan pangan keluarga akan lebih kuat,” ujar Abdul Rauf.
Bantu Bibit Siap Panen dan Dorong Kemandirian
Abdul Rauf menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai dipicu oleh menurunnya stok pasokan akibat faktor cuaca.

Namun, dengan perawatan dan ketersediaan air yang cukup, penanaman skala rumah tangga terbukti tetap bisa tumbuh subur.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas Ketapang Kota Kendari telah membagikan sekitar 800 tanaman cabai siap panen kepada masyarakat, khususnya sasaran Kategori Desil 1 hingga Desil 5.
Pihaknya tidak hanya memberikan bantuan sementara, melainkan memberikan edukasi dan pendampingan melibatkan penyuluh pertanian agar timbul kesadaran mandiri di tingkat rumah tangga.
Cakup Peternakan hingga Hidroponik
Selain komoditas cabai dan sayuran, program optimalisasi pekarangan rumah ini juga mencakup bidang pangan lainnya:

“Program ini bukan sekadar bantuan atau gerakan pangan murah yang sifatnya sementara, tetapi membangun literasi keuangan dan kemandirian pangan keluarga. Jika kebutuhan dasar seperti cabai dan sayuran bisa dipenuhi dari pekarangan sendiri, pengeluaran rumah tangga akan jauh lebih tertekan dan efisien,” pungkas Abdul Rauf.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar