Festival Literasi Sultra 2026 Sukses Digelar, Hadirkan Ruang Kreativitas dan Lahirkan Generasi Muda Berprestasi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Nov 2026 01:04 13 redaksi

RADAR KENDARI – Festival Literasi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis (5/11/2026), setelah berlangsung selama tiga hari sejak 3 November 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Kuat, Sultra Berkarya, Sejahtera Bersama” tersebut sukses menghadirkan berbagai agenda edukatif, kompetitif, dan pemberdayaan masyarakat.

Kesuksesan penyelenggaraan festival ini ditandai dengan tingginya partisipasi peserta, beragam kegiatan literasi, pameran produk unggulan daerah, hingga lahirnya generasi muda berprestasi melalui sejumlah perlombaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Hj. Usnia, SKM., MKM., mengatakan, pelaksanaan Festival Literasi Sultra 2026 berjalan lancar dan sukses.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi panggung perayaan literasi, tetapi juga wujud nyata komitmen bersama dalam membangun ekosistem masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Selama tiga hari pelaksanaan, festival literasi ini tidak hanya menjadi panggung perayaan, tetapi juga bukti nyata komitmen kita bersama dalam membangun ekosistem masyarakat pembelajar sepanjang hayat,” ujar Usnia dalam sambutan penutupan, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, berbagai agenda yang dilaksanakan selama festival memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya literasi di Sulawesi Tenggara, mulai dari penguatan regulasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, apresiasi karya, hingga pengembangan potensi generasi muda.

Salah satu agenda penting adalah talkshow strategis mengenai pengawasan dan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pengembangan Budaya Literasi.

Kegiatan tersebut menghasilkan kesepahaman dan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, akademisi yang diwakili Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, serta para pemangku kepentingan di tingkat desa untuk memperkuat implementasi kebijakan pengembangan budaya literasi.

Festival ini juga memberikan ruang bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui pameran UMKM dan produk unggulan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Pameran tersebut melibatkan perwakilan Kabupaten Buton, Kolaka Utara, Muna, Bombana, Konawe Selatan, Kolaka, serta Kota Kendari.

Berbagai produk yang ditampilkan menjadi bukti bahwa literasi dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain itu, festival menghadirkan dua sesi bedah buku, yakni pembahasan karya sastra daerah dan buku karya Kang Maman Suherman berjudul Dan Janda Itu Ibuku.

Kegiatan tersebut memberikan inspirasi sekaligus memperluas wawasan masyarakat, khususnya pelajar, dalam mengapresiasi karya tulis.

Sementara itu, berbagai perlombaan turut menjadi daya tarik utama festival. Mulai dari lomba mewarnai, Ranking 1, menulis puisi, baca puisi, bertutur, Mars Perpustakaan, resensi buku hingga video konten literasi.

Menurut Usnia, partisipasi peserta dalam berbagai perlombaan tersebut telah mencapai target secara optimal. Bahkan, sejumlah penampilan peserta menunjukkan potensi dan bakat generasi muda Sultra yang patut diapresiasi.

Pada acara penutupan, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba serta menampilkan penampilan membanggakan dari para juara lomba bertutur.

Tidak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada tokoh, pegiat literasi, kepala dinas perpustakaan kabupaten/kota, fasilitator daerah, dan penanggung jawab program TPBIS sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendukung keberlanjutan program transformasi perpustakaan.

Usnia menegaskan, keberhasilan seluruh rangkaian Festival Literasi Sultra 2026 merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.

Kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perpustakaan Nasional RI tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bunda Literasi Sultra, DPRD, Forkopimda, Bank Indonesia Wilayah Kendari, Balai Bahasa, Bursa Efek Indonesia, Penerbit Erlangga, sektor swasta, komunitas literasi, serta Duta Baca Sulawesi Tenggara.

Ia berharap, keberhasilan penyelenggaraan festival tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

“Meski Festival Literasi 2026 secara formal ditutup hari ini, semangat untuk terus membaca, berkarya, dan berinovasi tidak boleh berhenti. Mari kita jadikan capaian ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh,” tegasnya.

Usnia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, dewan juri, peserta, orang tua pendamping, serta mitra yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Dengan berakhirnya Festival Literasi Sultra 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara berharap semangat literasi semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus melahirkan generasi yang kreatif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA