Kepala SMKN 5 Kendari, Aryati, S.P., M.Si. RADAR KENDARI — SMKN 5 Kendari terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan mutu pendidikan, kedisiplinan, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Berbagai program inovatif dikembangkan sekolah, mulai dari penataan lingkungan, pencegahan kekerasan dan perundungan, peningkatan kedisiplinan hingga penguatan sistem keamanan di lingkungan sekolah.
Saat ini, SMKN 5 Kendari memiliki tujuh program keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Agribisnis Perikanan Air Tawar, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Teknik Geologi Pertambangan.
Dari tujuh program keahlian tersebut, TSM dan TKJ menjadi jurusan yang paling banyak diminati siswa.
Kepala SMKN 5 Kendari, Aryati, S.P., M.Si., mengatakan sejak awal kepemimpinannya, pihak sekolah telah menjalankan program SIGAP yang merupakan akronim dari Sekolah Indah, Griya Aman, dan Peduli.
“Program SIGAP ini mencakup penataan kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. Untuk aspek Griya Aman, kami fokus pada pencegahan kekerasan dan perundungan melalui gerakan Stobuli, mulai dari sosialisasi, bimbingan teknis hingga Roots Day,” ujar Aryati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, aspek Peduli dalam program SIGAP diarahkan pada peningkatan kedisiplinan dalam proses pembelajaran. Salah satu fokusnya adalah mendorong tenaga pendidik agar lebih tepat waktu dan konsisten dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Aryati menyebut implementasi program SIGAP hingga saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, SMKN 5 Kendari kemudian mengembangkan program lanjutan melalui Integrasi 4S yang mencakup empat pilar, yakni Smart BLUD, Smart TEFA, Safe School, dan Sustainable Environment.
Pada pilar Smart BLUD, sekolah berupaya membenahi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih tertata.
Sementara Smart TEFA difokuskan pada optimalisasi Teaching Factory (TEFA) yang dikembangkan di bidang perikanan, pertanian, dan pengolahan hasil pertanian.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan tata kelola TEFA, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan sekolah dan guru melalui pengelolaan unit-unit produktif yang dimiliki sekolah.
Sedangkan pilar Safe School menjadi salah satu perhatian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman. Program ini diterapkan untuk mengantisipasi kehilangan barang maupun hasil usaha sekolah, termasuk helm, kaca spion hingga ikan hasil budidaya.
Untuk mendukung program tersebut, sekolah telah melakukan sejumlah langkah pengamanan. Di antaranya memasang palang parkir otomatis dengan akses terbatas mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WITA, melakukan pemagaran darurat, serta memasang CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan perikanan.
“Safe School ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman di lingkungan sekolah, termasuk menjaga aset dan hasil usaha sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, pilar keempat yakni Sustainable Environment diarahkan pada upaya menjaga kelestarian lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan program SIGAP dan Integrasi 4S, SMKN 5 Kendari menargetkan terciptanya lingkungan pendidikan yang semakin aman, nyaman, disiplin dan berkarakter.
Pembenahan tersebut juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung proses pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa di berbagai bidang.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar