Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Tim PKM Prodi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari Bentuk Posko KIE Skrining SHK dan PJBK di Desa Tanjung Tiram, Konawe Selatan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 18:23 13 redaksi

KONAWE SELATAN – Tim Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pembentukan Posko Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dan Penyakit Jantung Bawaan Kritis (PJBK) bagi ibu hamil trimester III.

Aksi nyata ini diinisiasi oleh tim dosen yang beranggotakan Aswita, Hesti Wulandari, Nasrawati, Nurzahra, Fitri Sulistiawati, dan Dhea Aprilia, dengan melibatkan peran aktif mahasiswa.

Menjawab Tantangan Pemahaman Kesehatan di Wilayah Pesisir

Desa Tanjung Tiram merupakan daerah pesisir yang terletak di sepanjang Teluk Kendari. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dengan tingkat pendidikan yang relatif masih rendah. Kondisi sosiologis ini memicu urgensi dilakukannya edukasi kesehatan secara berkesinambungan.

Meskipun Kecamatan Moramo Utara sebenarnya telah memiliki tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) yang terlatih untuk melakukan skrining SHK dan PJBK saat bayi lahir, pemahaman masyarakat—khususnya ibu hamil—mengenai pentingnya prosedur ini masih tergolong minim.

Melihat kesenjangan tersebut, Poltekkes Kemenkes Kendari hadir memberikan solusi konkret.

“Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat serta belum tersedianya posko edukasi khusus yang memfasilitasi informasi ini bagi ibu hamil. Melalui kegiatan PKM ini, kami mendirikan Posko KIE sebagai pusat literasi kesehatan tersebut,” ujar perwakilan Tim PKM Poltekkes Kendari.

Urgensi Skrining Bayi Baru Lahir (Neonatal Screening)

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan bawaan yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir dengan prevalensi global mencapai 8 dari 1.000 kelahiran, serta menjadi salah satu pemicu kematian tertinggi pada tahun pertama kehidupan anak.

Sementara itu, Hipotiroid Kongenital (HK) merupakan gangguan hormonal yang jika tidak dideteksi dini dapat mengakibatkan retardasi mental serta hambatan pertumbuhan fisik yang permanen.

Kunci utama penanganan HK adalah deteksi dini dan intervensi medis sebelum bayi menginjak usia 1 hingga 3 bulan agar anak dapat tumbuh normal secara total.

Melalui skrining pasca-lahir (Neonatal Screening) yang diwajibkan WHO sejak 1968, risiko-risiko fatal tersebut dapat dicegah secara preventif dan promotif.

Fungsi Posko KIE dan Target Keberlanjutan Program

Posko KIE yang didirikan di Desa Tanjung Tiram ini dirancang sebagai ruang edukatif yang interaktif. Di dalamnya disediakan berbagai media informasi visual mulai dari banner hingga leaflet menarik yang mengulas detail tentang SHK, PJBK, prosedur skrining, hingga asupan nutrisi optimal bagi ibu hamil demi menunjang perkembangan janin.

Melalui pelaksanaan program ini, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Kendari menetapkan beberapa target utama:

  1. Pusat Informasi: Berfungsinya Posko KIE sebagai poros utama edukasi SHK dan PJBK bagi masyarakat pesisir.
  2. Peningkatan Kesiapan: Meningkatnya pengetahuan ibu hamil trimester III sehingga mereka dan keluarga lebih siap memberikan izin tindakan skrining sesaat setelah bayi dilahirkan.
  3. Pemberdayaan Kader: Menguatkan kapasitas kader kesehatan desa dan bidan dalam melakukan pendampingan berkelanjutan.
  4. Sinergi Lintas Sektor: Mempererat koordinasi antara pemerintah desa, puskesmas, kader, dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan anak yang komprehensif.

Langkah promotif dan preventif ini sejalan dengan amanat UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 serta UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002, demi melahirkan generasi masa depan Sulawesi Tenggara yang lebih sehat, cerdas, dan cemerlang.

Laporan : Tim PKM Prodi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA