Perkuat Ekosistem Digital UMKM, Bank Indonesia Sultra Geber QRIS Jelajah Kuliner di Tiga Daerah

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 14:26 57 redaksi

RADAR KENDARI— Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026.

Mengusung tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program strategis Road to FEKDI x ISEF 2026 guna mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan mendorong ekonomi kreatif berbasis UMKM serta pariwisata di Sultra.

Kegiatan yang menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif (experiential learning) ini melintasi tiga wilayah strategis di Sultra, yakni Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna.

Sejak pendaftaran dibuka pada 25–30 Juni 2026, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan total 227 pendaftar. Dari proses seleksi, terpilih 8 tim yang terdiri dari 24 peserta dan 8 fasilitator.

Para peserta ditantang menjalankan berbagai misi edukasi terkait fitur QRIS, kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Pelindungan Konsumen (PeKA), penggunaan transportasi online, hingga promosi kuliner dan UMKM lokal.

Rangkaian aksi lapangan ini dilaksanakan secara berurutan, dimulai di Kendari pada 8 Juli 2026, berlanjut ke Baubau pada 9–10 Juli, dan berakhir di Kabupaten Muna pada 11–12 Juli 2026.

Kepala KPwBI Provinsi Sultra, Edwin Permadi, menyampaikan bahwa program ini berhasil mencatatkan capaian yang sangat positif di seluruh rangkaian misinya:

  • Edukasi Transportasi Online: Menjangkau 270 orang.
  • QRIS Experience: Melibatkan 369 pengguna dalam menjajal 7 fitur QRIS.
  • Edukasi CBP Rupiah & Pelindungan Konsumen: Berhasil menjangkau hingga 1.541 orang.
  • Konten Edukasi Digital: Meraih engagement sebanyak 652.974 dengan jangkauan 23.834 orang di media digital, dan diproyeksikan terus bertambah.

Istimewanya, pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Muna pada 11 Juli 2026 dirangkaikan langsung dengan Festival Liangkobhori ke-4.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat tingkat nasional dan daerah, termasuk Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta Forkopimda.

Festival tersebut menjadi ajang perayaan bersejarah atas pengakuan dunia terhadap Gua Liangkobhori sebagai situs prasejarah dengan lukisan cadas tertua di dunia (berusia 67.800 tahun) versi Guinness World Records berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam kesempatan itu, para peserta turut mengeksplorasi budaya dan kuliner khas Muna, seperti Tradisi Ewa Wuna, atraksi layang-layang tradisional Kaghati Kolope, Tarian Linda dan Modero, serta pembuatan makanan tradisional Tunuha.

Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan berupa fasilitasi sarana kawasan wisata Gua Liangkobhori, penguatan UMKM binaan (seperti Tenun Masalili), serta edukasi dan implementasi transaksi digital QRIS bagi masyarakat dan pelaku usaha setempat.

Melalui program ini, Bank Indonesia Sultra berhasil meningkatkan awareness transaksi digital di masyarakat, memperluas akseptasi QRIS bagi pelaku UMKM, serta memperkuat integrasi antara sistem pembayaran digital dengan sektor budaya dan pariwisata daerah.

“Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan dan berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Edwin Permadi.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA