Dukung Ketahanan Pangan di Kawasan Pesisir Desa Mekar Kabupaten Konawe, Fakultas Teknik UHO Hadirkan Konsep Vertical Garden Adaptif sebagai Solusi Bagi Warga pada Lahan Terbatas

waktu baca 4 menit
Jumat, 7 Agu 2026 14:56 43 redaksi

KONAWE – Sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi dan mendorong peningkatan kualitas permukiman pesisir secara partisipatif dan berkelanjutan, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terintegrasi KKN Tematik di Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Kegiatan pemberdayaan yang dipusatkan di Desa Mekar pada tahun 2026 ini mengusung tema “Pendampingan Pembuatan Vertical Garden untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Permukiman Pesisir Desa Mekar”.

Tim PKM FT UHO dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Ishak Kadir, S.T., M.T., IPM., APEC Eng., seorang pakar perumahan dan permukiman pesisir.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Ishak didampingi oleh tim dosen lintas keahlian, yaitu: Prof. Dr. Ir. Laode Muh. Golok Jaya, S.T., M.T, Annas Ma’ruf, S.T., M.T., Dr. Ir. Ranno Marlany Rachman, S.T., M.Kes., Wisdha Ahdiyani, S.T., M.Sc., dan Azzahra Miftahul Firdausah, S.T., M.Ars.

Program ini juga terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) UHO, yang melibatkan 15 mahasiswa untuk mendampingi warga Desa Mekar secara intensif di lapangan selama 30 hari masa pelaksanaan.

Solusi untuk Tantangan Lahan dan Pangan Permukiman Pesisir

Dalam pemaparannya di hadapan warga dan aparat pemerintah desa, Ketua Tim PKM FT UHO, Dr. Ir. Ishak Kadir, S.T., M.T., menjelaskan bahwa permukiman pesisir khususnya kawasan tempat tinggal masyarakat Suku Bajo dengan karakteristik rumah panggung di atas perairan laut menghadapi kondisi lingkungan dan keterbatasan ruang.

“Masyarakat pesisir Desa Mekar dihadapkan pada keterbatasan lahan darat untuk bercocok tanam secara konvensional. Hal ini memicu ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan pangan nabati dan sayuran dari wilayah daratan, yang sangat rentan terhadap gangguan distribusi, fluktuasi harga, dan kondisi cuaca,” jelas Dr. Ishak Kadir.

Ia menambahkan, program ini berfokus pada pemanfaatan ruang vertikal (dapat berupa dinding kosong, kolom dll) sebagai media tanam produktif melalui inovasi vertical garden.

“Inovasi ini menjadi solusi efisien ruang untuk meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai estetika serta menambah elemen vegetasi di kawasan pesisir,” tegasnya.

Metode Pendampingan dan Konsep Vertical Garden Adaptif

Rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan secara partisipatif melalui sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai pentingnya kemandirian pangan, dilanjutkan dengan pelatihan perancangan serta pembuatan instalasi vertical garmen menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Tim Pengabdian dibantu oleh Mahasiswa KKN Tematik juga melakukan pendampingan pembuatan dan penanaman berbagai jenis tanaman yang dipilih disesuaikan dengan daya tahan lingkungan pesisir, seperti kangkung, bayam, cabai, terung, tomat ceri, serta tanaman obat keluarga (TOGA).

Selain itu Tim PKM dan mahasiswa juga melakukan evaluasipartisipatif tentang pendampingan rutin dalam perawatan tanaman serta evaluasi hasil instalasi bersama masyarakat guna memastikan keberlanjutan program.

Salah satu konsep utama yang diperkenalkan adalah penggunaan media tanam dan instalasi gantung/dinding yang efisien dan mampu bertahan terhadap paparan angin laut serta kelembapan.

Tim pendamping juga memberikan percontohan beberapa unit vertical garden sebagai model yang dapat ditiru oleh wargalainnya.

Respons Antusias Warga dan Harapan Ke Depan

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung interaktif ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan kelompok masyarakat pesisir.

Warga berdiskusi secara aktif mengenai tata cara pemeliharaan tanaman dan pemanfaatan bahan bekas sekitar untuk media tanam vertical garden.

Tim PKM berharap edukasi dan pendampingan ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Mekar secara mandiri dalam jangka panjang guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pemerintah desa setempat juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan ruang vertikal produktif ini ke dalam program pengembangan lingkungan desa di masa depan.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe secara berkelanjutan.

Laporan : Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terintegrasi KKN Tematik Fakultas Teknik UHO di Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA