Pemkot Kendari Gelar Pelatihan Manajemen Kasus Guna Menekan Angka Kekerasan Anak di Sekolah

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 10:45 64 redaksi

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus mempertegas komitmennya dalam mewujudkan pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Langkah nyata ini diwujudkan lewat penyelenggaraan Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan yang berlangsung di Hotel D’Blitz Kendari pada Rabu (19/8/2026).

Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta keterampilan sumber daya manusia di berbagai lembaga penyedia layanan.

Fokus utamanya adalah membekali para peserta dengan manajemen taktis agar mampu merespons dan menangani kasus kekerasan terhadap anak, terutama yang rawan terjadi di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan.

Asisten II Setda Kota Kendari, Ir. Nismawati, M.Si, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menekankan bahwa penanganan kasus kekerasan anak memerlukan respons yang cepat, tepat, terpadu, dan selalu mengedepankan kepentingan terbaik bagi sang anak.

Kapasitas penyedia layanan menjadi garda terdepan dalam memastikan hal tersebut terwujud.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan koordinasi antarlembaga. Pemerintah, lembaga penyedia layanan, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi yang kuat agar setiap anak yang menghadapi persoalan kekerasan maupun kondisi khusus dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan secara optimal,” tegas Nismawati.

Selama agenda pelatihan berlangsung, peserta secara intensif mendapatkan penguatan materi mengenai prosedur operasional standar serta manajemen krisis penanganan kasus di lapangan.

Pembekalan ini ditargetkan mampu menutup celah kebingungan prosedur saat indikasi kekerasan terjadi.

Setiap agen penyedia layanan didorong agar tahu persis cara mengenali tanda-tanda kekerasan, merespons aduan secara aman, menangani korban, hingga memberikan pendampingan psikologis maupun hukum yang sesuai dengan kondisi spesifik anak.

Nismawati menaruh harapan besar agar pascapelatihan ini, seluruh lembaga penyedia layanan di Kota Kendari bertransformasi menjadi lebih profesional dan responsif.

Sistem perlindungan yang terpadu dengan alur koordinasi lintas sektor yang rapi diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan jaring pengaman bagi para siswa.

Ke depannya, Pemkot Kendari bertekad untuk terus mengalokasikan perhatian pada penguatan sumber daya manusia dan sinergi lintas sektor.

Upaya berkelanjutan ini diarahkan guna memastikan visi Kendari sebagai kota yang aman, nyaman, dan ramah anak dapat benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, menjamin pemenuhan hak-hak anak secara maksimal dari ruang kelas hingga lingkungan tempat tinggal.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA