Antisipasi Musim Kemarau Panjang, BPBD Kota Kendari Siapkan Distribusi Air Bersih dan Penampungan Darurat

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 15:09 34 redaksi

KENDARI – Mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung dari bulan Agustus hingga Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengamankan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menghimpun data dan menerjunkan tim ke lapangan guna memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

“Kami sedang mencari informasi melalui lurah dan tim yang turun langsung ke lapangan untuk memetakan kawasan yang sangat terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih,” ujar Cornelius, Sabtu (29/08/2026).

Untuk menyalurkan bantuan, BPBD Kota Kendari tidak melakukan pengantaran secara door-to-door ke rumah warga.

Sebagai solusinya, BPBD akan membangun titik-titik penampungan air darurat di lokasi terdampak, yang kemudian diisi pasokan air secara berkala menggunakan armada tangki.

Guna mengatasi keterbatasan air, BPBD juga menyiapakan opsi taktis berupa penampungan air darurat berbasis terpal.

“Kita sudah punya sumur pompa sendiri dengan kualitas air yang cukup bagus. Kita juga mendiskusikan opsi pembuat penampungan darurat dari terpal yang digelar lalu diisi air. Ini jadi salah satu alternatif penanganan,” terangnya.

Apabila dampak kekeringan semakin meluas dan parah, BPBD Kota Kendari siap berkoordinasi serta meminta dukungan dari instansi lain, seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) yang memiliki sarana penampungan dan armada tangki air yang lebih besar.

Meskipun hingga saat ini BPBD Kota Kendari belum menerima laporan resmi mengenai adanya wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem, langkah antisipasi tetap disiagakan mengingat potensi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Status kesiapsiagaan kita berlansung kurang lebih 60 hingga 70 hari, terhitung sejak Agustus hingga Oktober mendatang. Mudah-mudahan tidak ada hal-hal atau dampak berisiko besar akibat bencana kekeringan di Kota Kendari,” pungkas Cornelius.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA