RADAR KENDARI – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara hingga kini belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Meski sebagian fisik bangunan gerai telah berdiri megah, hingga akhir September 2026 ini belum ada satu pun gerai resmi KKMP yang beroperasi melayani warga.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Kendari, Syarifuddin, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gerai KKMP di Kendari dilakukan oleh PT Agrinas bekerja sama dengan Kodim 1417 Kendari.
Dari target awal 13 titik fisik yang dibangun pada tahap ini, 10 gerai di antaranya telah rampung 100 persen.
“Dari 10 titik yang rampung 100 persen itu, ada 6 gerai yang saat ini sedang melengkapi fasilitas dan perlengkapannya, baik kelengkapan gerai, kendaraan, maupun fasilitas pendukung lainnya. Saat ini kita sedang lakukan verifikasi dan validasi (verval),” kata Syarifuddin, Senin (28/09/2026).
Syarifuddin merincikan, 6 lokasi yang tengah dalam tahap verifikasi dan validasi kelengkapan tersebut tersebar di Kelurahan Punggaloba, Baruga, Puuwatu, Lepo-Lepo, Anawai, dan Bungkutoko.
Sementara itu, 4 gerai lainnya yang juga sudah rampung 100 persen berdasarkan data Simkopdes berada di Kelurahan Kasilampe, Dapu-Dapura, Abeli Dalam, dan Abeli. Sisanya, 3 titik yaitu Kelurahan Mata, Purirano, dan Andonohu masih terus berproses.
Syarifuddin menyebutkan, seluruh KKMP di Kota Kendari nantinya akan menjadi milik Pemerintah Kota Kendari.
Setelah proses verifikasi dan validasi di tingkat daerah tuntas, BPKP akan melakukan review sebelum diserahkan secara resmi ke Kementerian Koperasi dan dilimpahkan menjadi aset Pemkot.
“Target dari Kementerian Koperasi, 13 titik ini ditargetkan beroperasi di tahun 2026,” lanjutnya.
Di luar 13 titik prioritas tersebut, Pemkot Kendari masih memetakan ketersediaan lahan di kelurahan lainnya. Tercatat ada sekitar 17 kelurahan yang sama sekali tidak memiliki lahan milik pemerintah kota atau BMN/BMD—salah satunya Kelurahan Mataiwoi.
Untuk menyiasati hal ini, Pemkot Kendari masih menunggu arahan kementerian terkait opsi solusi, seperti pembebasan lahan oleh pemerintah.
Sementara itu, 9 titik lokasi lain memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Sultra yang sudah disetujui, serta beberapa titik memakai lahan kementerian/lembaga seperti ATR/BPN.
Terkait operasional gerai, Syarifuddin mengakui hingga kini belum ada gerai fisik hasil pembangunan PT Agrinas yang beroperasi secara resmi.
Kendati demikian, beberapa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sudah mulai menjalankan aktivitas usahanya secara mandiri dengan menjual sembako seperti beras SPHP.
“Kalau menggunakan gedung gerai yang dibangun itu memang belum ada yang beroperasi. Tapi kalau aktivitas usahanya, sudah ada sekitar 15 KKMP yang jalan. Mereka memanfaatkan kantor kelurahan atau lahan milik pengurus dengan modal swadaya anggota,” jelasnya.
Menanggapi kesiapan SDM, pihak dinas telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi terkait penempatan manajer koperasi. Penempatan personel ini dijadwalkan mulai didistribusikan pada akhir September untuk koperasi yang telah lolos verifikasi dan dinyatakan siap beroperasi.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, salah satu bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Baruga, Senin (28/09/2026) pukul 18.16 wita, tampak telah rampung secara fisik.
Namun, hingga berita ini diturunkan, gedung gerai tersebut masih belum beroperasi dan belum menunjukkan adanya aktivitas pelayanan bagi masyarakat sekitar.
Laporan : Agus Setiawan
Tidak ada komentar