Dekranasda Kendari Pamerkan Kain Tenun dan Kerajinan Anyaman pada Expo Forum Indonesia Maju di TMII

waktu baca 4 menit
Kamis, 1 Jun 2023 15:27 98 radarkendari.id

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dekranasda ikut meramaikan Expo dan Forum Indonesia Maju 2023 yang diinisiasi
Direktorat Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta mulai
1-4 Juni.

Expo bertajuk “Transformasi Ekonomi dan Nasionalisme untuk Indonesia” ini diikuti kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah provinsi kabupaten kota, Dekranas dan Dekranasda, BUMN, industri strategis nasional, BLU, lembaga pendidikan tinggi, kelompok pemuda, organisasi masyarakat, UMKM dan penggiat kebudayaan di nusantara.

Pj Ketua Dekranasda Kota Kendari, Siti Chomzah Asmawa Tosepu hadir langsung dalam Expo ini. Terlihat juga sejumlah kepala OPD diantaranya Kepala Bappeda, Cornelius Padang, Kadis Pertanian Sahurianto, Plt Kadis Pariwisata Herman, Kadis Perdagangan Alda Kesutan dan Dinas PUPR Erlis Satya Kencana.

Kepada media, Siti Chomzah Asmawa Tosepu menuturkan bahwa kerajinan yang ditampilkan di expo kali ini merupakan kerajinan unggulan kota lulo, seperti tenun, batik bahoma, kerajinan nentu, kerajinan anyaman. Termasuk hasil pertanian dan beberapa produk UMKM.

“Pastinya Pemerintah Kota Kendari mendukung terselenggaranya acara Expo Indonesia maju ini karena tidak semua pemda itu bisa berperan disini. Hanya beberapa kabupaten kota saja. Itu menunjukkan bahwa Kota Kendari konsen terhadap UMKM produk lokal dan kita harus bangga memakainya,” ujar istri Pj Wali Kota Kendari tersebut saat mengunjungi stand, Kamis (1/6).

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan Kemendagri sangat luar biasa dalam mendukung penggunaan produk-produk lokal. Ia mengaku sangat mendukung dan berterima kasih Kota Kendari bisa tampil di expo yang ketiga ini.

“Kami sangat mensupport dan ini bagus sekali ini. Kenapa disini karena TMII ini miniatur dari seluruh kota-kota yang ada di Indonesia sehingga kita tidak hanya mempromosikan produk lokal tetapi juga memperkenalkan budaya kita ke daerah lain,” ungkap Siti Chomzah.

Diakhir wawancara dirinya tak lupa berterima kasih atas support dan dukungan penuh bapak Pj Wali Kota Kendari melalui OPD terkait khususnya Bappeda, Dinas Pariwisata, Disperdagangan, Dinas Naker dan Perindustrian, Dinas Pertanian dan OPD lainnya dalam rangka menyukseskan keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dan Dekranas Kota Kendari pada Ivent Expo dan Forum Indonesia Maju.

Sejumlah agenda kegiatan bakal digelar, mulai dari procurement network, lomba tari daerah, festival sambal nusantara, fashion culture swarna gemilang dan busana Indonesia. Expo ini bertujuan mendukung sasaran strategis pemulihan ekonomi nasional, mendorong penggunaan anggaran belanja pengadaan barang dan jasa yang pro produk nasional.

Diketahui, Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia dalam pandangan Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD), ekonomi Indonesia pada 2045 akan mencapai U$ 8,89 triliun dan menjadi ekonomi terbesar ke 4 di dunia. (Sumber Kemendagri).

Prediksi tersebut dilatarbelakangi, pada tahun 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jumlah penduduk Indonesia usia produktif akan mencapai 64 persen dari total penduduk sekitar 297 juta jiwa, didukung potensi antara lain salah satu pasar terbesar di dunia, kualitas SDM yang menguasai teknologi, inovatif dan produktif, berkemampuan mentransformasikan ekonominya.

Membangun bangsa dan negara secara terpadu dengan memberikan kelonggaran pada daerah untuk membangun dirinya, terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya alam dengan sumber daya pengetahuan, serta menjadikan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, merupakan prasyarat pembangunan yang harus ditopang dengan memperkokoh pertahanan dan kemandirian bangsa (nasionalisme) dan meningkatkan kerjasama Internasional yang konstruktif.

Dalam mewujudkan Indonesia Maju, segenap komponen bangsa harus meningkatkan nasionalisme dan berpegang teguh kepada 4 pilar kebangsaan dan melawan paham yang bertentangan dengan pondasi negara dan memfokuskan energi bangsa untuk membangun Indonesia.

Konstelasi tersebut menjadi perlu direnungkan dengan mengingat “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” (Presiden RI, Ir. Soekarno).

Sebagai upaya strategis menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Pemerintah Indonesia dengan kebijakan transformasi ekonomi, memperkuat sektor-sektor ekonomi prioritas, industri manufaktur yang berorientasi eksport, memanfaatkan teknologi informasi, meningkatkan kapasitas ekonomi rakyat dan meningkatkan industri kreatif.

Sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri yang kompetitif di pasar domestik maupun internasional dengan mendorong kecintaan dan bangga terhadap produk dalam negeri.

Kementerian Dalam Negeri dengan kapasitas sebagai poros jalannya pemerintahan, di dalam RPJM 2020-2024, secara responsif bergerak cepat menjabarkan program prioritas Presiden Joko Widodo terkait dengan transformasi ekonomi dalam pembangunan nasional, menginisiasi menyuarakan program dan tingkat keberhasilan pembangunan daerah serta penguatan daya saing industri barang dan jasa strategis maupun pemberdayaan sektor UMKM dalam momentum “Indonesia Maju Expo dan Forum 2023”. (red/id)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA