TIM KKN Tematik UHO Gelar Penyuluhan Penaggulangan Stunting Di Desa Mata Wolasi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Sep 2023 15:41 123 radarkendari.id

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu saat foto bersama usai kegiatan penyuluhan penanggulangan stunting di Aula Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (30/8/2023).

Kendari,

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) mengadakan kegiatan penyuluhan penanggulangan stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (30/8/2023).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim KKN Tematik FEB UHO, Perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Wolasi, Perwakilan dari Puskesmas Wolasi, Pemerintah Desa Mata Wolasi, serta masyarakat umum.

Ketua Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik FEB UHO, Dr.Tajuddin, SE., M.Si mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud aktualisasi Tri Dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Dimana perguruan tinggi harus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam upaya membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Tajuddin yang juga merupakan Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UHO ini menjelaskan bahwa salah satu problem yang dihadapi oleh negeri ini saat ini adalah persoalan stunting.

“Tingginya angka prevalensi stunting, baik secara nasional maupun di Provinsi Sulawesi Tenggara, mengharuskan seluruh stakeholder bangsa, termasuk akademisi ataupun Perguruan tinggi harus pro aktif dalam upaya penanggulangan stunting,” kata Dr. Tajuddin.

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut menghadirkan dua orang narasumber yakni Prof. Dr. Muhammad Syarif, SE., M.Si selaku Akademisi dari Universitas Halu Oleo (UHO) serta Ibu Hasni mewakili Puskesmas Wolasi.

Dalam paparannya kedua narasumber bersepakat bahwa stunting adalah persoalan yang harus dientaskan. Karena berdampak buruk bagi kesehatan anak yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas generasi bangsa.

Disampaikan pula bahwa ada beberapa penyebab stunting yakni, asupan gizi yang kurang, faktor genetik atau keturunan, sanitasi yang buruk, ataupun tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Oleh karena itu usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman kepada ibu rumah tangga dan seluruh masyarakat tentang arti pentingnya memberikan asupan gizi yang memadai bagi anak-anak mereka, memperhatikan sanitasi serta air bersih maupun rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di layanan-layanan kesehatan yang tesedia,”ujarnya.

Sementara itu Pemerintah Kecamatan Wolasi dan Pemerintah Desa Mata Wolasi sangat mengapresiasi kegiatan penyuluha stunting tersebut. Harapannya setelah kegiatan tersebut masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, memperhatikan asupan nutrisi keluarga. Sehingga ke depan di Kecamatan Wolasi lebih khusus di Desa Mata Wolasi, tidak akan ditemukan anak yang menderita stunting. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA