Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Kepala PFID Kementerian PUPR, Krisno Yuwono (kanan) terkait penangan kawasan Utara Teluk Kendari. Kendari – Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengupayakan kawasan Teluk Kendari menjadi spot wisata unggulan daerah. Atas dasar itulah, ia mengajak semua pihak untuk berpartisipasi mengembangkan kawasan tersebut. Salah satunya membangun kemitraan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Asmawa Tosepu mengungkapkan, Kawasan Teluk Kendari menjadi salah satu primadona pariwisata daerah sehingga perlu ditata menjadi lebih baik. Rencananya, pihaknya akan menata Kawasan sisi utara Teluk Kendari.

Suasana pertemuan Pemkot Kendari dan Kementerian PUPR membahas terkait penanganan kawasan Teluk Kendari.
“Jembatan Teluk Kendari didanai Kementerian PUPR, termasuk Penataan Permukiman Kumuh di bagian Selatan Teluk Kendari, kami berharap pemerintah pusat juga memberi sentuhan di sisi Utara Teluk sehingga akan ada integrasi Kawasan Teluk Kendari sebagai satu kesatuan,” kata Asmawa Tosepu, saat menyambangi Kantor Kementerian PUPR, Oktober 2023.
Asmawa yakin, sukses menata kawasan Teluk Kendari bisa mendukung keindahan wajah kota termasuk bisa mengatasi masalah banjir dan mengurangi sedimentasi.
“Penataan kawasan Teluk Kendari ini juga menjadi salah satu upaya ini mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kendari,” kata Asmawa.
Sebelumnya, Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR, Krisno Yuwono mengapresiasi usulan Pemkot Kendari terkait penataan kawasan Teluk Kendari.
” Kami sarankan agar Pemkot Kendari mengajukan permohonan dukungan kepada Menteri PUPR untuk bisa difasilitasi melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dibidang Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah,” pungkasnya.

Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala sempatkan foto bersama forkopimda usai berdiskusi terkait Kawasan Teluk Kendari.
Kolaborasi Menjaga Teluk Kendari
Pemerintah Kota Kendari bersama stakeholder terkait dibangun untuk menjaga kawasan Teluk Kendari. Itu diwujudkan lewat Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) beberapa waktu lalu.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala ini, dilakukan untuk mewujudkan Teluk Kendari sebagai destinasi wisata, olahraga dan budaya.
Sekda Kota Kendari Ridwansyah Taridala mengatakan, ini merupakan diskusi percepatan, bagaimana Teluk Kendari ini bisa secara serentak bersama-sama dan berkolaborasi untuk mewujudkan Teluk Kendari sebagai destinasi wisata dan sebagai ikon utama bagi Kota Kendari.
“Sehingga kita coba kemas untuk menjadikan Teluk Kendari sebagai destinasi wisata, olahraga dan budaya, sedangkan secara bersama kita sudah mulai beberapa waktu yang lalu pada waktu kegiatan bersih-bersih di RTH Papalimba,” ungkapnya.
Dia yakin, Teluk Kendari bisa menjadi ikon Kota Kendari, namun dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Teluk Kendari.
“Sehingga ini menjadi tanggung jawab kita semua dan menjadi tanggung jawab bersama termasuk pak camat dan pak lurah yang menjadi tanggung jawab di wilayahnya, untuk terus memberi kesadaran bagi masyarakat agar tidak menjadikan Teluk Kendari sebagai tempat pembuangan sampah,” jelasnya.
Sementara itu, Kolonel Laut (P) Mulku Zahari mengungkapkan dengan adanya teluk potensi yang dapat dikembangkan itu ada tiga hal yakni, pertama olahraga perairan.
“Dengan adanya olahraga perairan di sini kita bisa cari bibit-bibit unggul, yang kedua pariwisata disinilah yang kita harus diskusikan dan ketiga pusat kuliner dan oleh-oleh hal ini adalah budaya,” ujarnya.
Dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama, bahu-membahu, berinteraksi dan berkolaborasi dalam menjaga Teluk Kendari.
“Kolaborasi inilah yang sangat kita harapkan, agar teluk Kota Kendari agar bisa menjadi suatu ikon yang bagus, agar kita dapat kembangkan bahkan kita dapat jual menjadi terkenal di daerah maupun dengan kota-kota yang lain,” tambahnya.
Hadir juga dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Kota Kendari, sejumlah kepala OPD, camat dan lurah.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menanam mangrove di Teluk Kendari.
Menanam Mangrove di Teluk Kendari
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Kendari melakukan penanaman mangrove di pesisir Teluk Kendari, Kelurahan Watu-watu, beberapa waktu lalu.
Penanaman Mangrove ini merupakan aksi serentak yang dilakukan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bersama Kepala Kepolisian Association South East Asian Nations (ASEAN). Aksi ini dipusatkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) kemudian diikuti secara serentak oleh seluruh kepolisian di daerah masing-masing.
Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dwi Irianto mengatakan, di Sulawesi Tenggara seluruh Kepolisian Resor (Polres) melakukan penanaman bibit mangrove.
“Di Sulawesi Tenggara sebanyak 20.000 bibit mangrove yang ditanam, karena seluruh Polres di Sulawesi Tenggara diwajibkan untuk menanamkan bibit mangrove,” ujarnya.
Selanjutnya, dia mengungkapkan tujuan dari penanaman bibit mangrove khususnya di Sultra yaitu untuk menjaga kelestarian alam.
“Mudah-mudahan mangrove ini bisa di manfaatkan oleh masyarakat, agar tidak terjadi proses alam yang berupa pengikisan tanah di daerah pesisir pantai yang disebabkan oleh ombak dan arus laut yang sifatnya merusak,” tambahnya.
Sementara itu, Pj. Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan, Pemerintah Kota Kendari akan mendukung dan melanjutkan penanam mangrove untuk penghijauan di Sultra terkhusus di Kota Kendari.
(ADV)
Tidak ada komentar