Angka Kemiskinan Sulawesi Tenggara Turun Signifikan per Maret 2025

waktu baca 2 menit
Senin, 28 Jul 2025 12:22 199 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Kabar baik datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara. Jumlah penduduk miskin di provinsi ini menunjukkan tren penurunan yang positif pada Maret 2025.

Data terbaru yang dirilis BPS Sultra menunjukkan bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut terus membaik.

Menurut Plt.Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tenggara per Maret 2025 tercatat sebanyak 304,43 ribu orang.

Angka ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan Maret 2024, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 15,28 ribu orang. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2024, terjadi penurunan sebesar 0,84 ribu orang,” jelas Andi Kurniawan.

Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 juga menunjukkan penurunan, yaitu tercatat sebesar 10,54 persen poin. Angka ini turun 0,67 persen poin dibanding Maret 2024, dan turun 0,09 persen poin dibanding September 2024.

Penurunan kemiskinan ini merata di berbagai wilayah. Pada periode Maret 2024 hingga Maret 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan turun 11,08 ribu orang, dan di perdesaan turun 4,19 ribu orang.

Persentase kemiskinan perkotaan turun dari 7,45 persen menjadi 6,42 persen, sedangkan di perdesaan turun dari 13,60 persen menjadi 13,13 persen.

Meski demikian, BPS juga mencatat dinamika pada periode September 2024 hingga Maret 2025. Penduduk miskin perkotaan turun 4,24 ribu orang, sementara di perdesaan naik 3,40 ribu orang.

Persentase kemiskinan perkotaan turun 0,36 persen poin menjadi 6,42 persen, namun di perdesaan sedikit naik 0,06 persen poin menjadi 13,13 persen.

Garis Kemiskinan Meningkat, Kebutuhan Makanan Masih Dominan

Andi Kurniawan juga menjelaskan tentang Garis Kemiskinan (GK), yaitu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

Penduduk dikategorikan miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah GK.

Pada Maret 2025, Garis Kemiskinan Sulawesi Tenggara tercatat sebesar Rp488.171 per kapita per bulan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,50 persen dibanding Maret 2024, dan 3,13 persen dibanding September 2024.

Secara spesifik, Garis Kemiskinan di daerah perkotaan mengalami kenaikan lebih tinggi, yaitu sebesar 5,57 persen, dari Rp493.453 pada September 2024 menjadi Rp520.957 per kapita per bulan pada Maret 2025.

Sementara di perdesaan, kenaikan tercatat sebesar 1,57 persen, dari Rp460.567 menjadi Rp467.814 per kapita per bulan.

“Komponen Garis Kemiskinan terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Terlihat bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar. Sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2025 mencapai 74,63 persen,” tutup Andi Kurniawan.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA