Bank Indonesia melaunching Album “Rupiah Meambo” 2026
di Kota Kendari. RADARKENDARI.ID – Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan strategis bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sultra dalam “Sunset Privat Trip” di atas Kapal Pinisi Kendari.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah koordinasi perbankan daerah, tetapi juga menjadi ajang untuk menggerakkan program penting guna memperkuat posisi Rupiah dan percepatan digitalisasi pembayaran.
Sebagai wadah koordinasi perbankan di bawah naungan Bank Indonesia, BMPD Sultra memberikan apresiasi kepada perbankan yang berprestasi, di mana Bank Sultra berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Akuisisi QRIS tahun 2025.
Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan upaya Bank Indonesia dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Tenggara, dengan Bank Sultra mencatatkan capaian signifikan: 16.894 pengguna QRIS, 649 merchant QRIS, dan 403.373 volume transaksi.
Agenda utama dari kegiatan ini adalah peluncuran Album “Rupiah Meambo” 2026, karya orisinal yang digagas langsung oleh KPwBI Sultra atas inisiatif Bank Indonesia.
Album yang terdiri dari 10 lagu kini telah tersedia di platform musik Spotify dan menjadi bagian dari kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.
Melalui pendekatan seni musik yang segar dan relevan, Bank Indonesia mengajak masyarakat Sulawesi Tenggara untuk lebih mencintai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, bangga menggunakannya, serta paham cara memperlakukan dan bertransaksi dengan Rupiah secara bijak.
Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, yang mewakili Bank Indonesia, menekankan bahwa kolaborasi antar-bank melalui BMPD tetap menjadi prioritas dalam menghadapi target perbankan tahun 2026.
“Di tengah kesibukan mengejar target, forum ini menjadi tempat untuk mempererat persaudaraan dan menyelaraskan program. Tahun ini, kami meningkatkan anggaran kegiatan BMPD Sultra menjadi Rp1,22 miliar, dengan fokus utama pada perluasan jangkauan digitalisasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah,” ujarnya.
Bank Indonesia juga mendorong penggunaan QRIS dalam setiap transaksi sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi daerah, dengan harapan dapat meningkatkan inklusi keuangan dan stabilitas ekonomi Sulawesi Tenggara.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar