Buka Serentak Ujian Madrasah MA se-Sultra, Kakanwil Tegaskan MAN 1 Kendari Fokus Daya Saing Global

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Mar 2026 09:36 376 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Sebanyak 5.425 siswa Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Sulawesi Tenggara resmi mengikuti Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar serentak mulai Senin, 2 Maret 2026.

Pembukaan dipusatkan di MAN 1 Kendari dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A.

Dari total peserta, 377 siswa berasal dari MAN 1 Kendari yang menjadi salah satu titik pelaksanaan utama. Ratusan siswa tersebut terdiri dari 173 laki-laki dan 204 perempuan yang tersebar di 11 kelas.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Ujian Madrasah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis dalam perjalanan akademik siswa.

“Ini adalah pintu gerbang sekaligus instrumen evaluasi atas proses belajar selama kurang lebih tiga tahun. Karena itu saya menyebutnya sebagai event penting,” tegasnya.

Ia menyebut terdapat tiga komponen utama penentu kesuksesan ujian, yakni siswa, guru, dan lembaga. Bagi siswa, ujian menjadi ruang pembuktian atas kompetensi dan kapasitas akademik yang telah ditempa selama menempuh pendidikan.

Secara khusus, ia menekankan bahwa MAN 1 Kendari kini berada pada level yang berbeda.

“Untuk MAN 1 Kendari, kita tidak lagi bicara sekadar lulus atau tidak lulus. Kita bicara tentang capaian dan daya saing. Anak-anak harus mampu bersaing, baik untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global, maupun terjun di dunia praktis,” ujarnya.

Menurutnya, nilai ujian akan menjadi “potret” kualitas individu yang berpengaruh pada berbagai kesempatan, termasuk saat mendaftar ke perguruan tinggi. Karena itu, siswa diminta menjadikan ujian sebagai momentum untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Tidak ada orang yang berhasil mencapai cita-citanya tanpa belajar. Jadikan ujian ini sebagai motivasi untuk meng-upgrade diri,” pesannya.

Tak hanya bagi siswa, hasil ujian juga menjadi refleksi kualitas pembelajaran para guru. Nilai yang diraih siswa, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi objektif terhadap efektivitas pengajaran selama tiga tahun terakhir.

“Nilai yang diraih siswa akan menjadi bahan evaluasi objektif bagi guru. Apakah seluruh substansi kurikulum telah diajarkan secara optimal atau belum, itu akan terlihat dari hasil ujian,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa output pendidikan sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Jika siswa menunjukkan kualitas unggul, maka citra lembaga pun akan semakin kuat di mata publik.

“Kepercayaan publik bertumpu pada kualitas produk pendidikan kita, yaitu para siswa. Jika mereka unggul, masyarakat akan memberikan pengakuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Madrasah tahun ini berlangsung selama 10 hari, mulai 2 hingga 13 Maret 2026.

Ujian dilaksanakan berbasis Computer Based Test (CBT), sistem yang telah diterapkan madrasah tersebut selama lima tahun terakhir.

Dengan pelaksanaan berbasis digital dan semangat peningkatan mutu, Ujian Madrasah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur akademik, tetapi juga momentum strategis dalam mencetak generasi madrasah yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA