Rektor UHO, Dr. Herman. KENDARI – Dinamika menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) mulai memanas. Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Rektor UHO saat ini, Dr. Herman, akhirnya angkat bicara mengenai posisinya dan menjamin bahwa proses demokrasi di kampus hijau tersebut akan berjalan tanpa intervensi.
Fokus Tugas dan Ibadah, Bukan Ambisi
Dalam pernyataannya, Dr. Herman menepis kekhawatiran pihak-pihak yang merasa terancam dengan kehadirannya dalam bursa calon.
Ia menegaskan bahwa hingga detik ini, fokus utamanya adalah menuntaskan amanah jabatan dan berencana menjalankan ibadah haji, bukan melakukan manuver politik kampus.
“Janganlah takut kalau saya maju. Saya lihat pasti bertanya-tanya mengenai jadwal..dianggap bahwa jangan-jangan Pak Pelaksana Tugas ini mau maju atau tidak. Sampai sekarang saya tidak pernah nyatakan diri mau maju,” ungkap Dr. Herman, Selasa (21/04/2026).
Jaminan Pilrek Demokratis: Bebas dari Intervensi Senat
Sebagai pimpinan tertinggi di UHO, Dr. Herman menjamin bahwa dirinya tidak akan menggunakan kekuasaannya untuk menggiring suara senat kepada calon tertentu.
Ia menekankan bahwa setiap anggota senat memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah kepemimpinan UHO ke depan.
Berikut adalah poin utama jaminan netralitas yang disampaikan:
Menolak “Titipan” Kepentingan
Dr. Herman juga mengakui adanya berbagai tekanan dan “titipan” dari pihak luar maupun dalam yang menginginkannya berpihak pada salah satu kubu.
Namun, ia dengan tegas menolak untuk terjebak dalam permainan politik praktis di lingkungan akademisi.
“Saya ini banyak arahan, dukung ini, dukung itu. Di sisi lain, orang selalu menyoroti saya menjaga netralitas. Saya katakan, saya tidak mungkin terjebak dengan permainan seperti itu,” pungkasnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar